Jaminan KAI untuk Cegah Pelecehan Seksual di Kereta

VP Corporate Secretary KAI Services Irwan Juliardi saat mengunjungi Loko Roastery di Loko Cafe Malioboro, Yogyakarta, Jumat (23/9/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

KAI Services salah satu anak perusahaan PT KAI yang turut bertanggung jawab di bidang keamanan turut menaruh perhatian soal pencegahan pelecehan seksual di dalam gerbong kereta api. Salah satu yang diterapkan adalah dengan patroli canggih.

VP Corporate Secretary KAI Services Irwan Juliardi mengatakan, bahwa 7.000 petugas sekuriti atau satpam yang tersebar di Jawa dan Sumatera telah mendapatkan pembinaan khusus untuk pencegahan pelecehan seksual.

“Kami tentunya membina 7.000 sekuriti yang tersebar di Jawa dan Sumatera dari ujung Aceh sampai Banyuwangi pembinaan itu secara maraton,” kata Kang Ijul sapaan akrab Irwan ditemui saat mengunjungi Loko Roastery di Loko Cafe Malioboro, Yogyakarta, Jumat (23/9/2022).

Kang Ijul mengatakan, para petugas keamanan ini telah menggunakan gadget dalam memastikan keamanan penumpang. Salah satunya dengan menggunakan sistem E-Patrol.

“Terkait penanggulangan pelecehan seksual itu bisa terpantau setiap saat dengan adanya E-Patrol. Jadi kami memasang barcode-barcode di setiap sudut stasiun kemudian di setiap sudut gerbong-gerbong kereta. Karena di situ ada Walka pengawalan kereta api yang memang wajib mematroli ataupun memantau atau memonitor ya kondisi dari penumpang atau pelanggan kita sendiri,” jelasnya.

Penumpang melakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dijelaskan barcode tersebut adalah tanda apakah petugas sudah melakukan patroli atau belum. Nantinya petugas memotret kondisi gerbong kereta sehingga bisa termonitor secara realtime.

“Memotret kondisi penumpang kondisi kereta seperti apa ramai atau tidak. Bukan hanya sekadar scan barcode tapi mereka harus memotret. Langsung realtime,” jelasnya.

Selain itu, gadget yang digunakan untuk memotret ini hanya untuk bekerja. Sehingga jika ada penyalahgunaan, maka petugas akan langsung dihukum.

“Tentu ada reward dan punishment jika mereka menyalahgunakan device pada saat bertugas. Makanya kami buat benar-benar patroli ini seringkali dilakukan petugas satuan pengamanan terutama di atas kereta ya,” katanya.

Patroli rutin ini membuat orang yang mempunyai niat jahat akan urung melakukan aksinya. Sedangkan penumpang diberikan kemudahan untuk melapor.

“Jadi secara sigap tentunya bisa langsung ditindak dan pelakunya itu juga bisa langsung kami eksekusi di stasiun terdekat,” katanya.

Petugas juga telah dilatih untuk secara berkala memberikan informasi ke penumpang tentang kewaspadaan terhadap tindak pelecehan seksual.

“Agar mengarahkan pelanggan jika memang terjadi menemukan ataupun mengalami hal seperti itu bisa langsung melaporkan ke petugas,” katanya.

“Saat ini memang baru kita rilis mudah-mudahan ini busa mendukung penanggulangan pelecehan seksual tersebut yang sedang marak. Dengan adanya digitalisasi frontliner kita juga bisa turut mensupport,” katanya.

E-Patrol ini juga termonitor di pusat. Sehingga akan muncul grafik secara berkala terkait jumlah kejahatan di kereta api.

“Dan ini bisa langsung termonitor kami mempunyai command center yang terpusat di Jakarta dan itu bisa terlihat grafiknya. Misalnya kehilangan dompet berapa orang yang kecopetan, berapa orang kemudian tingkat kejahatannya juga bisa terlihat di command center dengan digitalisasi,” beber dia.

VP Corporate Secretary KAI Services Irwan Juliardi saat mengunjungi Loko Roastery di Loko Cafe Malioboro, Yogyakarta, Jumat (23/9/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Loko Cafe

Loko Cafe yang biasanya dijumpai di stasiun-stasiun kereta api kini tak hanya sebagai tempat penumpang waktu untuk menunggu keberangkatan kereta. KAI Sevices mendesain Loko Cafe untuk jadi salah satu destinasi wisata.

“Loko cafe adalah salah satu terobosan baru. Bahwa Loko Cafe Malioboro ini juga salah satu destinasi wisata juga untuk para pelancong ke Yogyakarta karena memang berada di jantungnya Kota Yogya,” kata VP Corporate Secretary KAI Services Irwan Juliardi saat mengunjungi Loko Roastery di Loko Cafe Malioboro, Yogyakarta, Jumat (23/9).

Dengan meluncurkan Loko Roastery di Loko Cafe Yogyakarta, Kang Ijul sapaan akrab Irwan berharap penumpang kereta api dan para wisatawan dapat memperoleh pengalaman baru. Mereka dapat menikmati aneka kopi nusantara dan melihat langsung proses roasting.

“Sebenarnya kami melihat peminat kopi. Pada saat pandemi mungkin kopi itu sedang naik daun dan Loko Roastery ini (pengunjung) bisa ikutan meroasting bagaiman meroasting sebuah kopi. Bisa mengetahui langsung. Dan kopi berasal dari seluruh nusantara,” katanya.

Suasana di dalam kereta api pesanan KAI, produksi Inka untuk Lebaran 2019. Foto: Abdul Latif/kumparan

Tak hanya untuk Loko Cafe Malioboro, Loko Roastery ini juga menyuplai kopi untuk 7 Loko Cafe yang ada di kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, dan Surabaya.

“Jadi semua Loko Cafe yang ada di Jawa kopinya itu benar-benar disuplai dari sini. Sebenarnya kita relaunching, 2 tahun pendemo mesin ini hampir tidak dipergunakan,” katanya.

Namun, Kang Ijul memastikan pengembangan Loko Cafe tak akan bergeser dari tujuan utamanya. Kekhasan kereta api tetap dipertahankan. Termasuk dari sisi informasi ke penumpang.

“Di sini kita tampilkan juga jadwal kereta api atau informasi kedatangan kereta bisa kami tampilkan di sini. Replika gerbong dan live musik juga,” katanya.

Rencananya akan ada 3 Loko Cafe lagi yang akan dibuka. Salah satunya adalah di Purwokerto.

“Insyaallah kita punya rencana di Purwokerto,” katanya.

Comments are closed.