Jalanan Jakarta Sepi Sore Ini, Dampak Pengetatan PPKM Mikro?

Suasana tol di Jakarta yang sepi Foto: Fia/pembaca

Akibat lonjakan kasus corona di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan sejumlah pengetatan pada perpanjangan PPKM Mikro hingga 5 Juli. Tak hanya itu, Polda Metro Jaya juga kini melakukan pembatasan dan pengendalian mobilitas di kawasan Jabodetabek.

Dengan berbagai pengetatan dan pengawasan di Jakarta, terpantau jalanan di Ibu Kota sore ini, Senin (28/6) sepi, termasuk di tol. Dari laporan Jasa Marga terpantau pukul 15.43 WIB, Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) lancar.

Tol Jagorawi juga terpantau lancar sore ini.

Begitu juga lalu lintas di Tol Jakarta-Tangerang arah Bitung-Tangerang-Karang Tengah-Tomang juga terpantau lancar. Tol CTC arah Cengkareng dan Cawang juga terpantau lancar.

Pantauan pukul 15.42 WIB, Tol Purbaleunyi juga terpantau lancar. Juga Tol Jorr E arah TMII juga lancar sore ini. Tol JORR arah Veteran juga terpantau lancar.

TMC Polda Metro Jaya juga melaporkan lalu lintas di Jalan TB Simatupang terpantau lancar sore ini. Terlihat mobil-mobil bisa melintas dengan lancar.

Sementara itu laporan dari beberapa pengguna Twitter juga menyebut jalanan Jakarta sepi hari ini. Salah satunya dari akun @hehebosenakunii yang menunjukkan jalan Jakarta sepi.

Akun lainnya @dipowitesa juga mengatakan jalan Jakarta sepi. Namun dia tak mengunggah foto penampakan jalan Jakarta sepi. Akun @Imarobbi1796 juga mengatakan Jakarta sangat sepi. Akun lainnya @satriovnk juga yang menyebut Jakarta sepi.

Apakah ini dampak dari pengetatan PPKM Mikro? Entahlah.

Semoga, jalanan Jakarta yang sepi merupakan pertanda mobilitas warga juga sudah berkurang. Artinya, penularan corona bisa ditekan karena pada dasarnya virus corona berpindah karena adanya interaksi.

PPKM Mikro hingga 5 Juli memang dilengkapi dengan sejumlah pembatasan ekstra. Mulai penerapan WFH 75% hingga pembatasan jam operasional mal, kafe, hingga warung makan pukul 20.00 WIB.

Tak hanya itu, Polda Metro Jaya juga menerapkan pembatasan mobilitas dan pengendalian mobilitas di total 35 titik di Jadetabek.

Comments are closed.