Jaksa Geledah Kantor Dinas Pendidikan Manggarai

Kejaksaan Negeri Manggarai Tiba di Ruangan Sekretaris Dinas Pendidikan. Foto : Engkos Pahing

RUTENG – TIM satuan khusus pemberantasan korupsi Kejaksaan Negeri Manggarai menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai pada Kamis (01/07).

Penggeledahan itu dilakukan guna mencari dokumen barang bukti terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Bos SMP Negeri 1 Reo, Kecamatan Reo tahun 2017 sampai 2020.

“Penggeledahan ini bertujuan untuk mencari dokumen-dokunen atau barang bukti guna melengkapi perkara tindak pidana sesuai yang disebutkan di atas,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Bayu Sugiri, Kamis (01/07).

Pihaknya telah memeriksa 43 orang saksi dan satu orang ahli dari Inspektorat Kabupaten Manggarai. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, kerugian negara dari kasus tersebut mencapai Rp 839 juta lebih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan ekspos perkara, tim penyidik mengerucut pada dua orang tersangka berinisial HN yakni sebagai Kepala Sekolah dan Bendaharanya yang berinisial MA.

“Tim menentukan bahwa pihak yang paling bertanggung jawab adalah dua orang tadi,” pungkas Bayu.

Selanjutnya, jaksa akan memanggil kedua tersangka dalam waktu dekat. Namun mereka enggan menjelaskan apakah kedua tersnagka itu langsung ditahan saat itu.

Pantauan media ini, tim jaksa tiba di kantor Dinas PPO pukul 10.03 Wita. Kedatangan tim yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus Rizal Pradata dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Reo Salesius Guntur itu mengejutkan pegawai di kantor Dinas tersebut.

Untuk diketahui kehadiran tim penyidik Kejaksaan Negeri Manggarai diterima oleh Sekretaris PPO, Fransiskus Gero,

Baru sekitar 10 menit kemudian, Kadis Maksi tiba di kantor itu.

Pintu kantor langsung ditutup rapat dan jaksa pun melakukan penggeledahan. Wartawan hanya diberi kesempatan untuk memotret dan merekam video aktivitas penggeledahan pada dua ruangan penyimpan dokumen selama lima menit.

Selama lebih dari satu jam mereka menggeledah dokumen pada dua ruangan di kantor itu. Kemudian keluar dengan membawa satu box dokumen yang kemudian diamankan di kantor Kejaksaan Negeri Manggarai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Maksimus Gandul mengatakan, data yang disita di kantor tersebut berupa dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dari SMP Negeri 1 Reok. Ia mengatakan laporan pertanggungjawaban tersebut sejak tahun 2017 sampai 2020

“Hari ini Kejari Manggarai datang geledah Kantor Dinas PPO Manggarai untuk mendapatkan dokumen SPJ SMP Negeri 1 Reok. Kasus penyalahgunaan dana bos oleh kepalah sekolah,” katanya.

Comments are closed.