Jaksa Belum Siap, Pembacaan Tuntutan AKP Irfan Widyanto Ditunda

Terdakwa kasus obstruction of justice atau upaya menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosus, Irfan Widyanto menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (19/10/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sidang tuntutan terdakwa kasus obstruction of justice dalam pembunuhan Brigadir Yosua, AKP Irfan Widyanto ditunda. Jaksa Penuntut Umum kembali minta tambahan waktu kepada Majelis Hakim karena tuntutan belum siap dibacakan.

“Bahwa sedianya hari ini agenda dari kami adalah pembacaan tuntutan. Tetapi analisa yuridis yang masih kami susun bahwa saat ini belum selesai, kami mohon waktu untuk ditunda hari Jumat Yang Mulia,” kata Jaksa kepada majelis hakim di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Hakim langsung menegur JPU yang dianggap tidak efektif menggunakan waktu yang sudah diberikan.

Akibat pembacaan tuntutan diundur, agenda pleidoi dan vonis pun harus ikut mundur.

“Ya saya ingatkan ya, karena kita sudah dihukum waktu ya. Ini baik terdakwa, baik penuntut umum maupun penasihat hukum terdakwa mohon efisiensi waktu tersebut,” kata Hakim Ketua.

Agenda pembacaan tuntutan kepada Irfan akhirnya ditunda hingga Jumat (27/1). Bersamaan dengan tuntutan Hendra Kurniawan, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Arif Rahman Arifin.

Hakim menegaskan kepada penasihat hukum untuk menyiapkan pembelaan yang akan dibacakan dalam persidangan 3 Februari 2022.

“Tidak ada lagi dan tidak akan diberi kesempatan. Maka saudara harus profesional. Saya kira dengan penundaan ini, juga beri kesempatan sendirinya kepada penasihat hukum menyiapkan pembelaan sekitar tanggal 3 Februari dan jangan ada penundaan lagi,” kata Hakim.

Tersangka obstruction of justice kematian Brigadir Yosua, AKP Irfan Widyanto tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (19/10/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Irfan adalah anggota polisi lulusan terbaik Akpol 2010 atau peraih Adhi Makayasa yang turut kena buntut kasus Sambo dkk.

Ia didakwa bersama Sambo serta Hendra dkk dalam kasus obstruction of justice dalam pembunuhan Yosua.

Mereka didakwa menghalangi penyidikan dengan mengamankan, menyita dan memusnahkan alat bukti CCTV di kompleks Duren Tiga, TKP eksekusi Yosua.

Atas perbuatannya, mereka didakwa melanggar Pasal 49 KUHP juncto Pasal 33 UU ITE atau Pasal 232 atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Comments are closed.