Instagram Mulai Uji Coba Fitur NFT Minggu Ini

Instagram akan uji NFT di platform minggu ini. Foto: Dok. Meta

Sejak Januari lalu, Instagram sudah dikabarkan akan mengintegrasikan platformnya dengan Non-Fungible Token (NFT). Melalui pengumuman CEO Meta, Mark Zuckerberg, Instagram akan menguji fitur di mana pengguna dapat menampilkan koleksi NFT di profil mereka.

Fitur ini baru tersedia untuk beberapa pengguna di AS. Meski baru dirilis untuk Instagram, Facebook akan mendapat giliran segera.

Dengan fitur ini pengguna dapat menampilkan koleksi NFT mereka di feed, Story dan pesan. Ada label “digital collectible” dan menampilkan nama kreator dan pemilik NFT.

“Saya pikir ini kembali ke apa yang Anda katakan. Ini tentang ekspresi, dan mengatakan sesuatu tentang dirimu. Apa yang kamu inginkan di profil? Koleksi apa yang ingin kamu tunjukkan?” – Mark Zuckerberg, CEO Meta (9/5) –

Mark juga mengatakan bahwa Instagram mungkin akan membawa fungsionalitas ini ke aplikasi lain di keluarga Meta.

Selain itu Mark juga menyebut bahwa Meta sedang merintis teknologi augmented reality (AR) NFT ke Instagram. Di mana pengguna dapat memasukkan NFT menjadi proyeksi 3D.

“Kamu bisa bawa (NFT) ke Story menggunakan Spark AR, platform perangkat lunak AR kami”

Adam Mosseri, Head of Instagram, mengatakan bahwa melalui pengujian ini Instagram akan belajar dari komunitas soal “distribusi kepercayaan dan distribusi kuasa” penggunaan teknologi blockchain.

“Kami ingin memastikan kami bisa belajar dari komunitas. Kami ingin memastikan kami dapat mengerjakan bagaimana merangkul prinsip dari distribusi kepercayaan dan distribusi kuasa, di samping fakta bahwa kami, ya, adalah sebuah platform tersentralisasi” ujar Mosseri di video yang diunggah di Twitter (9/5).

“Kreator sangat penting bagi Instagram. Tapi satu hal yang menantang yang kami harus selesaikan adalah bagaimana menolong kreator dapat memperoleh uang dalam melakukan hal yang ia inginkan.”

Jauh sebelum Instagram mendukung NFT, Twitter sudah duluan. Sejak Januari lalu, pengguna Twitter dapat menggunakan NFT miliknya sebagai foto profil.

Pengguna harus menautkan dompet kripto dengan akun Twitter. Foto profil NFT akan tampil dengan bentuk heksagon, dan jika diklik, akan terlihat pemilik, kreator, hingga jumlah koleksi sampai jaringan blockchain yang dipakai.

Minggu lalu Wall Street Journal melaporkan bahwa market NFT terus menurun sejak hype-nya dimulai tahun lalu.

Penjualan NFT harian pada September lalu memuncak di angka 225 ribu, kemudian turun 92 persen hingga hanya 19 ribu penjualan harian pada minggu lalu. WSJ melansir data dari situs NonFungible.

Jumlah dompet kripto yang aktif pun menurun sebanyak 88 persen. Ada 119 ribu dompet yang aktif pada November lalu, turun menjadi hanya 14 ribu minggu lalu.

Banyak investor NFT melihat nilai investasi mereka menurun dibanding ketika saat pertama kali dibeli. Contoh salah satu NFT terkenal yakni Tweet pertama Jack Dorsey, pendiri dan mantan CEO Twitter. NFT tersebut mencapai harga termahalnya 2,9 juta dolar AS pada tahun lalu.

Terakhir, bid atau tawaran tertinggi dari NFT ini bahkan tidak lebih dari 10.000 dolar AS, turun 99 persen dalam waktu setahun.

CEO Twitter, Jack Dorsey. Foto: Joshua Roberts/Reuters

Namun berita Wall Street Journal bahwa pasar NFT sedang lesu bahkan runtuh dibantah oleh banyak pihak. Misal Fortune menulis bahwa data yang diambil WSJ tidak akurat. Pihak NonFungible sendiri membantah market NFT sedang memburuk.

“Pasar tidak dapat benar-benar dianggap telah runtuh,” tulis NonFungible. “Kami mengamati stabilisasi pasar NFT, sejalan dengan kuartal terakhir tahun 2021.… Tetapi dibandingkan dengan Q1 2021, volume [dompet aktif] masih sangat menggembirakan!”

Gauthier Zuppinger, COO untuk NonFungible, mengatakan kepada Fortune melalui email bahwa “situs sama sekali tidak sampai pada kesimpulan bahwa pasar ‘runtuh,’ dan telah terjadi “kesalahpahaman dalam analisis data kami.” Zuppinger mengklarifikasi bahwa data NonFungible telah “disinkronkan dan diisi ulang secara bertahap.” Sekarang datanya sepenuhnya mutakhir, kata Zuppinger.

Sina Estavi, kepala eksekutif perusahaan blockchain berbasis di Malaysia, Bridge Oracle, pemilik NFT tweet Jack Dorsey yang harganya turun drastis, mengatakan kepada WSJ, bahwa hal tersebut bukanlah tanda pasar sedang memburuk. Sebaliknya, itu hanya fluktuasi normal yang dapat terjadi di pasar mana pun. Pasar NFT adalah salah satu yang masih berkembang, katanya, dan tidak mungkin untuk memprediksi bagaimana tampilannya dalam beberapa tahun.

Comments are closed.