Ini 4 Masalah Kulit yang Bisa Muncul Akibat Cuaca Panas

Ilustrasi jerawat batu. Foto: Shutter Stock

Ladies, kamu pasti merasakan bahwa akhir-akhir ini, cuaca di berbagai wilayah Indonesia sedang kurang bersahabat. Suhu yang panas dan lembap ini tidak hanya membuat kita tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan kulit kita.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, melihat posisi semu matahari sudah berada di wilayah utara ekuator. Akibatnya, pertumbuhan awan dan fenomena hujan sangat berkurang. Inilah yang menyebabkan cuaca pada siang hari jadi begitu terik, Ladies.

Kondisi seperti ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan bulan Mei ini, sehingga kita harus bersiap-siap menghadapi panasnya cuaca hingga sepekan ke depan. Nah, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cuaca panas ini diketahui bisa menyebabkan berbagai permasalahan kulit.

Tak hanya kulit wajah, tetapi juga di berbagai bagian tubuh. Sebagai bentuk pencegahan, alangkah baiknya jika Ladies mengetahui masalah kulit apa saja yang biasa muncul di kulit pada kondisi seperti ini. Simak penjelasan di bawah ini yang sudah kumparanWOMAN rangkum dari berbagai sumber.

1. Jerawat

Ilustrasi Perempuan Memencet Jerawat Foto: Shutterstock

Salah satu permasalahan kulit yang kerap muncul di tengah cuaca panas dan lembap adalah jerawat. Terlebih, jika kamu memiliki kulit yang memang rentan berjerawat (acne-prone). Dikutip dari American Academy of Dermatology Association (AAD), jerawat ini disebabkan oleh pencampuran keringat dengan bakteri dan minyak berlebih di kulit, sehingga pori-pori menjadi tersumbat.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Ketika kamu berkeringat, kamu bisa menyeka dengan memakai tisu atau handuk bersih. Lakukan gerakan menepuk pelan dan tahan tisu selama beberapa saat, agar keringat dan minyak bisa terserap.

Hindari gerakan kasar ketika mengelap keringat, karena bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan jerawat. Jangan lupa untuk selalu mencuci baju, bandana, handuk, atau topi sebelum mengenakan kembali.

Kemudian, kamu disarankan menggunakan produk skin care yang lebih ringan, seperti sabun wajah dengan konsistensi gel, moisturizer dalam bentuk gel yang mudah diserap kulit, dan sunscreen yang non-comedogenic. Kamu juga bisa memilih produk yang mengandung salicylic acid, untuk membantu membersihkan pori-pori kamu setiap hari.

2. Kulit kering dan iritasi

Ilustrasi kulit kering. Foto: Shuttertock

Cuaca yang panas bisa membuat kamu menyalakan AC terus menerus. Namun ternyata, udara dingin karena AC justru bisa menyebabkan permasalahan kulit kering dan iritasi. Selain itu, udara yang panas dan lembap serta paparan sinar matahari yang terik juga bisa menyebabkan masalah kulit ini.

Nah, demi mencegah terjadinya masalah kulit ini, AAD menyarankan kamu untuk memakai face wash dan sabun mandi yang mild, supaya kelembapan kulit bisa tetap terjaga. Kemudian, jika kamu menghabiskan waktu di dalam ruangan ber-AC, jangan lupa mengaplikasikan pelembap yang cukup rich di wajah serta hand cream untuk tanganmu.

3. Fungal acne

Ilustrasi fungal acne. Foto: DUANGJAN J/Shutterstock

Dikutip dari Midland Skin, fungal acne merupakan permasalahan kulit yang kerap terjadi di musim kemarau. Fungal acne berbeda dengan jerawat biasa yang disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia di folikel rambut yang tidak seimbang, dan diperburuk oleh suhu yang panas dan area kulit yang lembap. Biasanya, fungal acne tumbuh di dahi, kening, garis rambut bagian depan, dada, dan punggung.

Sejumlah hal yang bisa memicu pertumbuhan fungal acne adalah kulit yang sangat berminyak, keringat berlebih karena cuaca panas, mengenakan pakaian yang terlalu ketat, serta mengaplikasikan sunblock, pelembap, atau makeup yang bisa menyumbat folikel rambut.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah fungal acne ini? Dikutip dari Healthline, kamu bisa mengenakan pakaian yang lebih longgar atau pakaian dengan bahan yang breathable. Kemudian, jangan lupa untuk membersihkan wajah dengan produk yang mengandung tea tree oil. Dilansir Byrdie, selain itu, kamu bisa mengaplikasikan pelembap yang ringan dan mudah menyerap. Selain itu, hindari menggunakan makeup yang tidak fungal acne-safe, seperti makeup yang mengandung fatty acid dan fatty oils.

Jangan lupa untuk mandi setelah kamu beraktivitas yang menyebabkan banyak keringat. Terakhir, menjaga pola makan dengan mengurangi gula dan karbohidrat sangat membantu menyeimbangkan pertumbuhan Malassezia.

Bagaimana jika fungal acne sudah terlanjur menyerang? Sebagai perawatan topikal fungal acne, kamu bisa mengoleskan tea tree oil alami di atasnya, mengingat minyak ini memiliki sifat anti-jamur dan anti-bakteri.

4. Biang keringat (heat rash)

Ilustrasi perempuan terkena biang keringat. Foto: asiandelight/Shutterstock

Biang keringat atau heat rash memang lebih banyak terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa mengalaminya. Dilansir AAD, permasalahan kulit ini disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar keringat, sehingga keringat tidak bisa keluar. Keringat yang tertahan ini akan menyebabkan ruam dan bentol kecil yang sangat gatal.

Cara untuk mencegah terjadinya biang keringat adalah mengurangi produksi keringat di kulit. Kamu bisa mengenakan baju yang tipis, longgar, dan terbuat dari katun. Ketika akan berolahraga di luar rumah, pilihlah waktu ketika suhu sedang rendah-rendahnya, seperti di pagi hari. Atau, kamu bisa berolahraga di ruangan yang ber-AC.

Jika kamu terlanjur mengalami biang keringat, kamu bisa mengaplikasikan bedak atau lotion calamine yang bisa meredakan rasa gatal. Untuk meredakan peradangan, kamu bisa membilasnya dengan air dingin dan mengompres bagian yang radang dengan es batu. Biang keringat akan lebih cepat reda jika kamu mencegah diri dari berkeringat berlebih.

Comments are closed.