India Akan Larang Ekspor Gandum, Produksi Mi Instan RI Bisa Terganggu

Potret seorang petani gandum di Suriah ketika mengalami kekeringan. Foto: Yamam al Shaar/REUTERS

Pemerintah India akan melarang ekspor Gandum. India merupakan produsen gandum nomor dua terbesar dunia setelah China dengan kapasitas produksi mencapai 107,5 juta ton.

Larangan tersebut dinilai bakal mengganggu pangan Indonesia. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menjelaskan, Indonesia mengimpor gandum dari India setiap tahunnya mencapai 11,7 juta ton. Angka impor tersebut naik 31,6 persen dibanding pada tahun sebelumnya.

Bhima menyebut, kalau India melakukan proteksionisme dengan melarang ekspor gandum, sangat berisiko bagi stabilitas pangan di dalam negeri. Apalagi dengan inflasi yang mulai naik, dia khawatir akan meningkatkan garis kemiskinan.

Menurutnya, ada empat dampak yang disebabkan oleh larangan ini. Pertama, harga gandum di pasar internasional telah naik 58,8 persen dalam setahun terakhir.

“Imbas pada inflasi pangan akan menekan daya beli masyarakat. Contohnya tepung terigu, mi instan sangat butuh gandum, dan Indonesia tidak bisa produksi gandum. Banyak industri makanan minuman skala kecil yang harus putar otak untuk bertahan di tengah naiknya biaya produksi,” kata Bhima kepada kumparan, Sabtu (14/5).

Kedua, pelarangan ekspor gandum yang belum diketahui sampai kapan waktunya membuat kekurangan pasokan menjadi ancaman serius. Perang Ukraina-Rusia telah membuat stok gandum turun signifikan ditambah dengan larangan ekspor India, menurutnya, akan berimbas signifikan ke usaha yang membutuhkan gandum.

Dampak ketiga, pengusaha harus segera mencari sumber alternatif selain gandum. Menurut Bhima, hal ini seharusnya menjadi kesempatan bagi alternatif bahan baku selain gandum seperti tepung jagung, singkong, hingga sorgum yang banyak ditemukan di Indonesia.

“Keempat, pakan ternak yang sebagian menggunakan campuran gandum, ketika harga gandum naik bisa sebabkan harga daging dan telur juga naik,” pungkasnya.

Harga Produk Gandum Naik hingga Krisis Pangan

Tepung Terigu Foto: Thinkstock

Sementara, Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori menjelaskan dampak larangan ekspor gandum oleh India akan membuat harga gandum dunia melonjak. Ini memperparah kondisi konflik Rusia-Ukraina yang sebelumnya membuat pasokan gandum dunia tersendat dan akhirnya harganya meroket.

“Harga agak turun kala gandum India masuk ke pasar. Harga gandum India yang tinggi dan semula enggak bisa bersaing di pasar dunia jadi kompetitif. Kalau gandum alternatif ini disetop alirannya ke pasar dunia, harga akan naik lagi,” jelas Khudori kepada kumparan.

Berapa besar lonjakan harga itu, Khudori menilai tergantung berapa lama larangan ekspor tersebut diberlakukan. Namun menurutnya larangan ekspor ini bisa menjadi pemicu negara produsen gandum lainnya untuk membuat peraturan serupa.

“Kalau itu terjadi, tentu dampaknya serius. Negara-negara importir gandum bersih akan terpukul. Kelaparan dan krisis pangan segera mengintip,” pungkasnya.

Comments are closed.