Imbas PPKM Darurat, Sri Mulyani Ramal Ekonomi Kuartal III di Bawah 6,5 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2021 bakal meleset dari target. Pemberlakukan kebijakan PPKM Darurat, menurutnya akan berdampak pada kembali merosotnya perekonomian.

Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga akan mencapai 6,5 persen. Kini ia meragukan sendiri target tersebut.

“Kuartal ketiga karena adanya PPKM Darurat yang ini relatif lebih ketat, mirip dengan situasi Februari sampai Maret. Memang ada potensi outlooknya mengalami pelemahan, dari tadinya kita proyeksikan 6,5 persen,” pungkas Sri Mulyani dalam virtual conference, Jumat (2/7).

Bendahara negara belum menyebutkan lebih jauh akan separah apa turunnya proyeksi tersebut. Menurutnya, realisasi pertumbuhan tersebut akan bergantung pada seberapa lama PPKM Darurat akan berlaku.

Saat ini, pemerintah memang telah menetapkan kebijakan tersebut berjalan mulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Namun, belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, tak menutup kemungkinan kebijakan bisa saja diperpanjang.

“Jika hanya dua minggu dan efektif, maka dampaknya relatif bisa terbatas. Namun jika panjang bisa satu bulan pengaruhnya cukup signifikan pada konsumsi,” pungkasnya.

Kendati kuartal tiga bakal terkoreksi, Menkeu masih optimistis target kuartal kedua tercapai. Sebab sepanjang periode April hingga awal Juni menurutnya sejumlah indikator perekonomian masih menunjukkan perbaikan.

“Dengan demikian untuk kuartal kedua ini kita masih pakai outlook antara 7,1 hingga 7,5 persen,” pungkas Sri Mulyani.

Comments are closed.