IHSG Kembali Anjlok 2 Persen Imbas Sentimen Inflasi AS yang Melonjak 8,3 Persen

Warga melihat layar pergerakan saham pada gawainya di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan, Kamis (12/5). Pelemahan ini mengekor bursa wall street yang pada perdagangan Kemarin, ditutup kompak melemah lebih dari 1 persen.

Hingga pukul 10:35 WIB, IHSG terpantau sudah melemah 2,04 persen ke 6.675. Bahkan sejak dibukanya perdagangan, IHSG sudah menyentuh level 6.669,29 sebagai level terendahnya.

Adapun saat in tercatat 131 saham menguat, 387 saham melemah, dan 146 saham stagnan. Atas pelemahan tersebut Panin Sekuritas mengatakan, sentimen negatif yang memberatkan IHSG datang dari global, di mana inflasi AS hampir mencapai rekor tertinggi selama 40 tahun terakhir.

Berdasarkan data CPI (Consumer Price Index) AS tercatat, inflasi negara adi daya itu sebesar 8,3 persen untuk periode April 2022. Angka tersebut melebihi konsensus pasar yang sebesar 8,1 persen.

“ini mendekati level inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir di 8,5 persen, yang terjadi pada periode Maret 2022. Ekonom dan investor masih memiliki respons yang mixed terkait dengan apakah inflasi yang sudah mencapai puncak,” tulis Panin dalam risetnya, Kamis (12/5).

Atas rilis tersebut juga, bursa wall street ditutup melemah, indeks DJIA melemah -1,02 persen, S&P 500 -1,65 persen dan Nasdaq -3,18 persen.

Panin pun menilai, IHSG hari ini diperkirakan akan melemah, disebabkan oleh, rilis inflasi yang lebih tinggi dari estimasi khususnya di AS, sehingga antisipasi inflasi yang masih tinggi ke depannya, setelah harga gas di Eropa meningkat signifikan.

Comments are closed.