Idap Bipolar, Ini Cara Marshanda Bertahan dan Berjuang untuk Sembuh

Foto Marshanda hasil bidikan kamera Cecep Reza yang diunggahnya di media sosial Instagram. Foto: Instagram/@cecepreza_

Marshanda selama ini diketahui sebagai salah satu selebriti yang memiliki masalah mental illness. Ia divonis mengidap bipolar disorder sejak 2009.

Marshanda pun tak malu untuk mengungkapkan bahwa ia memiliki gangguan mental, di mana banyak orang yang mungkin selama ini belum berani untuk terbuka terkait mental illness.

Selain mengobati secara medis, Marshanda juga punya cara untuk bertahan dengan kondisinya saat ini.

“Tipsnya percaya sama Allah,” ungkap Marshanda saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Artis Marshanda saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Jumat, (15/11). Foto: Ronny

“Aku tahu, aku sudah lepas jilbab dan banyak yang merasa aku sudah sesat atau apa segala macam, tapi aku percaya, kok, sama Allah,” sambungnya.

Marshanda pun merasa, Tuhan mampu memberinya ketenangan. Bahkan di saat-saat terpuruk, ketika banyak orang membahas mengenai kesehatan mentalnya beberapa tahun silam.

“Ada masanya di mana dulu aku kayak dihukum sama masyarakat, aku mengeluarkan video di YouTube yang dengan rambut cokelat itu yang dapat 800 ribu dislike. Tapi saat itu jujur aku sudah tahu, aku yakin aja, hari ini akan datang,” tuturnya.

Marshanda membeberkan bahwa dahulu ia lebih memilih bungkam dan banyak berdoa. Sekarang, ia pun sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik serta sehat secara fisik dan mental.

“Kalau dulu aku berkoar-koar juga enggak akan ada gunanya. Jadi, aku buktikan saja sekarang ini pakai bukti, bukan kata-kata,” kata Marshanda.

Belum lama ini, Marshanda sempat kembali bicara soal kesehatan mental. Ia menyinggung soal penyakit bipolar yang dianggap sebagai tren saat ini. Apalagi saat ini banyak orang yang sering mendiagnosis diri sendiri dan menyatakan bahwa mereka terkena mental illness.

“Gue bikin video ini mau kasih tahu bahwa, buat kalian atau adik kalian lalala yang melakukan diagnosa diri sendiri dan merasa, ‘Kayaknya gue gaul, deh, kalau gue bilang ke orang-orang, gue punya penyakit bipolar, gue depresi klinis.’ Gue kasih tahu, ya, penyakit mental itu bukan tren!” ujar Marshanda dengan nada tegas.

Ibu satu anak ini kemudian menegaskan bahwa diagnosis hanya boleh dilakukan oleh psikiater.

“Dan jangan yakin kalau lo itu bipolar apa pun itu, deh, pokoknya penyakit mental, dengan hanya cari dari Google. Itu bukan cara yang tepat untuk mendiagnosa. Yang mendiagnosa kita adalah psikiater, yang tahu data kita lengkap dari lahir sampai sekarang. Jadi mendiagnosa pun juga ada tanggung jawab besar,” bebernya.

Comments are closed.