Ibu Hamil Tidak Boleh Proning untuk Atasi Sesak Akibat COVID-19

Ibu Hamil Tidak Boleh Proning untuk Atasi Sesak Akibat COVID-19 Foto: Shutterstock

Kasus COVID-19 yang terus meningkat setiap harinya, membuat banyak pasien tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit. Padahal, beberapa pasien harus segera mendapatkan pertolongan akibat saturasi oksigen (SpO2) berada di bawah 94%.

Ya Moms, jika saturasi oksigen berada di bawah 94%, maka pasien harus segera mendapatkan bantuan pernapasan dari tabung oksigen. Namun saat ini, tabung oksigen menjadi barang yang langka, sehingga menambah tingkat keparahan pasien yang mengalami sesak napas.

Nah Moms, untuk mengatasi sesak napas, ternyata ada satu teknik yang bisa membuat saturasi oksigen meningkat. Namanya adalah teknik proning, yakni posisi tidur tengkurap pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Tujuannya untuk meningkatkan kadar oksigen.

Teknik ini dapat dicoba oleh Anda yang sedang isolasi mandiri dan tidak memiliki tabung oksigen, serta kadar saturasi oksigennya di bawah 94%. Hal ini dapat meningkatkan ventilasi dan memudahkan bernapas.

Lantas bagaimana caranya? Berikut penjelasannya.

Cara Melakukan Teknik Proning untuk Atasi Sesak Napas Akibat COVID-19

Ibu Hamil Tidak Boleh Proning untuk Atasi Sesak Akibat COVID-19 Foto: Freepik

Menurut dr. Surendra Gupta, seorang dokter yang berbasis di Ludhiana, India, seperti dikutip dari India Express, setidaknya ada 2 posisi proning yang bisa dilakukan. Berikut caranya:

Posisi 1

Siapkan 3 sampai 4 bantal

Taruh 1 bantal di bawah leher dan kepala, lalu posisikan kepala menghadap kiri atau kanan supaya bisa bernapas

Letakkan bantal kedua di bawah area panggul

Pasang bantal ketiga di bawah kaki

Posisi harus berbaring tengkurap, sisi kanan dan kiri secara bergantian

Lakukan selama 30 menit hingga maksimal 2 jam

Posisi 2

Tumpuk 3 sampai 4 bantal secara horizontal

Sandarkan punggung dan duduk pada sudut 60-90 derajat dalam posisi fowler atau setengah duduk atau duduk.

Lakukan selama 30 menit hingga maksimal 2 jam

Namun ada beberapa catatan sebelum Anda melakukan teknik proning ini, Moms. Seperti hindari tengkurap selama satu jam setelah makan. Kemudian, Anda juga diperbolehkan tengkurap hingga 16 jam sehari, dalam beberapa siklus, jika merasa nyaman.

Lalu, bantal bisa disesuaikan untuk mengubah area tekanan dan kenyamanan. Anda juga perlu memantau setiap luka tekan atau cedera, terutama di sekitar tonjolan tulang. Kemudian bila teknik ini tidak nyaman, harus segera dihentikan.

Teknik proning ini juga jangan dilakukan kepada pasien gangguan jantung, punya masalah trombosis vena dalam, punya masalah tulang belakang, tulang paha, dan panggul. Juga, jangan dilakukan oleh ibu hamil.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika ibu hamil mengalami penurunan saturasi oksigen? Dan, kenapa ibu hamil tidak boleh proning?

Penjelasan soal Ibu Hamil Tidak Boleh Proning

Ibu Hamil Tidak Boleh Proning untuk Atasi Sesak Akibat COVID-19 Foto: Freepik

Proning harus dihindari oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan beberapa masalah besar, Moms. Menurut Dr. dr. Surabhi Siddhartha, Konsultan dokter Kandungan dan Ginekolog, Motherhood Hospital, Kharghar, India, jika ibu hamil tengkurap, maka hal itu justru akan membuatnya kesulitan bernapas.

“Selain itu, proning akan memberi banyak tekanan pada rahim yang tidak baik untuk bayi. Karena itu, lebih baik melakukan side-to-side proning,” saran dr. Surabhi, seperti dikutip dari Health Shots.

Proning bisa membuat ibu hamil merasa pusing dan mual. Ditambah lagi, pergerakan bayi juga bisa terhambat, apalagi jika melakukan proning di minggu terakhir kehamilan. dr. Surabhi menyarankan pose yoga seperti pose cat-cow untuk membantu ibu hamil mempertahankan tingkat oksigennya.

“Menurut saya, ibu harus menghindari full-proning sejak trimester ketiga dan seterusnya. Tapi, proning sisi ke sisi dapat dipraktekkan, bahkan sampai minggu terakhir kehamilan. Dianjurkan untuk menggunakan bantal jika perut ibu hamil besar. Ibu hamil juga harus meletakkan bantal di bawah kepalanya,” saran dr. Surabhi.

Jika semua teknik itu tidak membantu, menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ulul Albab, ibu hamil harus segera dirujuk ke rumah sakit. Sebab ibu hamil merupakan prioritas rujukan.

“Di kebidanan ada scoring terkait keparahan dari COVID-19 pada ibu hamil, selain tentunya dengan pemeriksaan langsung,” jelas dokter yang praktik di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, saat dihubungi kumparanMOM pada Kamis (8/7).

Sehingga, Anda harus diperiksa dulu oleh dokter kandungan atau bidan jika mengalami sesak akibat COVID-19. Supaya bisa mendapat penanganan yang tepat, Moms.

Comments are closed.