Hoaxbuster: Tidak Benar Mobilitas Warga Jakarta Dibatasi hingga Pukul 19.00 WIB

Ilustrasi hoaks. Foto: Shutter Stock

Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp pada Kamis (8/7). Dalam pesan itu, disebutkan mobilitas masyarakat DKI Jakarta dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

DKI saat ini menerapkan PPKM darurat sejak 3 hingga 20 Juli mendatang demi menekan penularan COVID-19.

Dalam pesan itu, ditulis mulai 7 hingga 30 Juli warga Jakarta agar tidak keluar rumah pada malam hari. Sebab akan ada tim COVID-19 yang akan memeriksa jika ada warga nekat keluar.

Jika warga dinyatakan positif COVID-19, maka akan langsung dibawa ke Wisma BKD untuk diisolasi.

Berikut isi dari pesan itu:

Khusus D.K.I👉Mulai tanggal 7-30 juli, mohon seluruh warga JAKARTA tidak keluar rumah di malam hari. Bila ada keperluan segera penuhi maksimal jam 19.00 sudah di rumah. Akan ada tim covid hunter lintas sektor yang menertibkan dengan membawa petugas laboratorium dan ambulance. Langsung di swab di tempat. Bila reaktif, langsung di isolasi di wisma BKD malam itu juga.

melaporkan hasil rapat Rapid Hunter di Kodim hari ini :

– dilaksanakan setiap hari mulai hari ini tgl 7 -20 juli 2021

– mulai pkl. 19.30 selama 9 jam dan berkumpul di Kodim

– diikuti oleh polres, kodim, dinkes, satpol PP, BPBD, dishub

– dinkes diminta menyediakan 1 ambulance dan 1 mobil dinas dgn petugas juga melakukan swab random sebanyak 1000 sasaran setiap harinya

– mohon ijin petugas dinkes setiap hari terdiri dari :

1 org driver (umum) + 3 org petugas lab kesda di mobil dinas dinkes

1 org petugas PSC + 1 org bidang di ambulance

– jadwal petugas sesuai jadwal diatas, memakai rompi kes yg disediakan oleh PSC

– bila ada sasaran yg di swab hasilnya reaktif maka langsung masuk BKD.

*Mohon untuk diperhatikan*ini PAKSAAN WAJIB KHUSUS DKI

Kabid Humas, Yusri saat menggelar konferensi pers terkait penyalahgunaan artis inisial NR dan AB di Kapolres Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis, (8/7). Foto: Ronny

Cek Fakta

Polda Metro Jaya memberikan penjelasan terkait pesan berantai itu. Polda Metro menegaskan, isi dari pesan itu tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Tidak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya tidak jelas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

“Bisa saja dari orang iseng,” tambahnya.

Memang saat ini DKI penerapan PPKM darurat dan membatasi mobilitas masyarakat. Selain itu, pekerja di luar sektor esensial dan kritikal harus WFH.

Hanya saja, isi dari pesan itu tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya sehingga dipastikan hoaks.

Comments are closed.