Heboh Pria di Sumut Sebut Ibu dan Anak Meninggal Dunia Karena Puskesmas Kosong

Ilustrasi ambulans.
Foto: Shutterstock

Video yang menunjukkan seorang pria menyebut ibu dan anak, meninggal dunia karena puskesmas tidak beroperasi, viral di media sosial. Peristiwa itu diketahui terjadi di Puskesmas Siunggam, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumut.

Dari rekaman video, tampak seorang pria marah-marah sambil merekam sejumlah ruangan di dalam Puskesmas. Dia menyebut puskesmas kosong dan tidak mampu melayani masyarakat.

Jam berapa sekarang, uda tutup ? Ini lah Dia puskesmas apa macam apa ini. Uda nggak ada lagi pegawainya ? sunyi semua. Masak supir ambulans gak ada ? jam berapa sekarang? Tengok,” ujar pria itu.

Dalam video itu, pria tersebut juga menunjukkan ruangan yang tampak sepi. Pria itu bahkan menyebut ada korban jiwa karena pelayanan yang diberikan tidak maksimal.

Masa sopir ambulans nggak ada ? sampai sampai menelan korban jiwa, tidak tertolong, tidak terselematkan puskesmas macam apa ini ? ini puskesmas macam apa ini. ? Jam berapa sekarang ? uda nggak ada lagi pasien pegawainya mana ini semua,” kata dia.

Kata pria itu, gara-gara tidak orang di puskesmas adik dan anaknya yang baru dilahirkan, meninggal dunia.

Tengok ini anakku boruku, meninggal gara gara nggak ada sopir ambulans. Adikku juga meninggal gara-gara ngak ada ambulans. Puskesmas macam apa ini. Pemerintah Padang Lawas Utara, Puskesmas Sunggam,” ujarnya.

Terkait video itu, Kadis Kominfo Padang Lawas Utara, Lailar Rusdi Nasution, membantah tuduhan pria tersebut. Lailar mengatakan peristiwa terjadi Selasa (10/5). Ia menyebut, wanita dan bayi yang meninggal dunia itu sempat ditangani puskesmas.

Awalnya, pihak Puskesmas menerima pasien rujukan dengan keluhan mules di bagian pinggang.

“[Pasien] sampai di sana pukul 10.00 dan diterima Dokter Answar Harahap dan selanjutnya dirawat di ruang persalinan,” kata Lailar dalam keterangannya, Rabu (11/5).

Setelah itu, kata dia, dilakukan proses persalinan terhadap pasien. Hingga akhirnya pada pukul 13.20 WIB pasien melahirkan anak berjenis kelamin perempuan.

“Berat badannya 4.200 gr dengan kondisi bayi kebiru-biruan, tidak menangis, refleksi anus rendah dan bayi dinyatakan meninggal dunia,’’ ujarnya.

Selanjutnya, perawat melakukan observasi terhadap kondisi pasien yang baru melahirkan itu.

“Pasien terus menerus drop/menurun tensi maupun kesadarannya sehingga rencananya akan dirujuk ke rumah sakit namun pada saat persiapan untuk dirujuk sekitar pukul 14.30, kondisi pasien terus menurun dan selanjutnya dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.

Lailar juga menjelaskan, terkait video yang menunjukkan puskesmas dan sopir ambulans kosong. “Dapat kami sampaikan bahwa tenaga kesehatan terkonsentrasi pada penanganan pasien yang akan dirujuk dan sopir ambulans stand by di halaman puskesmas,” katanya.

Pascakejadian itu, dia juga mengatakan telah dilakukan mediasi antara pihak keluarga, tokoh masyarakat dan pihak puskesmas.

“Di mana pihak keluarga telah menyampaikan permintaan maaf atas viralnya video pada saat kejadian yang semata-mata, terjadi karena emosi sesaat dan kepanikan atas musibah yang menimpa keluarga,” jelasnya.

Comments are closed.