Hebatnya Telkom HyperScale Data Center, Terbesar di Indonesia & Ramah Lingkungan

Topping off pembangunan Telkom HyperScale Data Center, Rabu (9/6). Foto: Telkom

Sejalan dengan langkah transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital (digital telco) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sedang membangun data center skala besar berstandar global bernama Telkom Hyperscale Data Center (HDC) di Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan ini menjadi langkah strategis Telkom dalam rangka mengakselerasi bisnis di ranah digital platform, dan wujud nyata upaya perusahaan menjadi enabler berbagai layanan dan solusi ICT Indonesia.

Data center merupakan platform digital yang digunakan oleh korporasi, startup, dan berbagai pihak dalam mengatur, menggunakan, menyimpan hingga menyebarluaskan data dalam jumlah besar. Menurut studi yang dilakukan Research and Market keluaran Mei 2021, Indonesia disebut mengalami pertumbuhan yang cukup besar dalam layanan data center dan merupakan pasar terbesar kedua di antara negara-negara Asia Tenggara. Nilai pasar data center Indonesia diproyeksi mencapai sebesar 13 juta dolar AS pada 2026.

Besarnya potensi pasar data center di Indonesia tentu harus dimanfaatkan berbagai pihak yang berkepentingan. Karena itu, melalui pembangunan HDC, Telkom mengukuhkan dan mempertahankan posisinya sebagai market leader bisnis data center. Sebagai catatan, komitmen Telkom dalam bisnis pusat data telah terbukti sejak beberapa tahun lalu.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, pada topping off pembangunan Telkom HyperScale Data Center, Rabu (9/6). Foto: Telkom

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Telkom HyperScale Data Center akan menjadi salah satu data center berkapasitas terbesar di Indonesia. Fasilitas bersertifikasi tier 3 dan 4 ini akan memiliki spesifikasi, fasilitas, dan service level terbaik dengan 99,995 persen uptime dan fully redundant infrastructure.

Telkom HDC juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi, serta tahan terhadap berbagai gangguan baik terencana atau tidak, seperti bencana alam. Selain itu, semua perangkat data center tidak akan terpengaruh oleh downtime yang terjadi saat perawatan berkala (maintenance), karena telah didukung oleh perangkat backup yang mampu bekerja secara otomatis dan sistem pendingin yang juga mampu bekerja tanpa henti.

“Kehadiran Telkom HyperScale Data Center menunjukkan besarnya kapasitas Telkom untuk menjadi perusahaan digital telco terdepan di Indonesia dan dunia. Ini juga menjadi milestone penting bagi Telkom untuk menjadi pemain utama pada domain digital platform, sejalan dengan langkah transformasi dan visi Telkom menjadi digital telco,” ujar Ririek dalam acara seremoni topping off gedung office Telkom Hyperscale Data Center di Cikarang, awal Juni lalu.

Ririek menambahkan, pembangunan Telkom Hyperscale Data Center harus mengakselerasi bisnis platform digital, karena memiliki berbagai macam kelebihan, khususnya dalam hal connectivity dan coverage terluas di seluruh Indonesia. Dengan kelebihan yang dimiliki, kehadiran Telkom HDC bisa mendorong bisnis di berbagai sektor seperti keuangan, manufaktur, dan penyedia layanan komputasi awan (cloud) baik domestik maupun asing.

Ilustrasi gedung Telkom Indonesia. Foto: telkom.co.id

Data center berkapasitas terbesar di Indonesia dan ramah lingkungan

Posisi Telkom sebagai perusahaan teknologi terdepan yang menjalankan bisnis pusat data di Indonesia juga semakin kuat dengan selesainya pembangunan Telkom HDC. Kapasitas pusat data yang besar dan luas cakupannya memperkuat kemampuan Telkom untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan telekomunikasi dan digital masyarakat, pelaku bisnis, serta pemerintah.

Telkom HyperScale Data Center dibangun di atas lahan seluas 65 ribu meter persegi, berkapasitas total hingga 10.000 rack, dan daya sebesar 75 MW.

Canggihnya, Telkom menggunakan lebih dari satu sumber daya listrik dan memanfaatkan sejumlah pembangkit listrik tenaga gas serta solar panel yang ramah lingkungan sebagai sumber energi pusat data ini. Penggunaan sumber daya beragam membuat Telkom HDC tak akan tumbang akibat gangguan pemadaman listrik secara berkala atau tiba-tiba.

Ilustrasi data center. Foto: Wikimedia Commons

Komplek Telkom HDC dibangun dengan mengusung konsep green data center, yang dalam operasionalnya minim menghasilkan emisi gas karbondioksida berbahaya bagi lingkungan. Area gedung juga dibangun mengusung konsep ECO (Evolve, Connected, & Origin) dengan desain anyaman, sebagai simbol semangat Telkom untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi demi menciptakan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat.

Direktur Network & IT Solution Telkom, Herlan Wijanarko menjelaskan, Telkom HyperScale Data Center terhubung dengan access network milik Telkom Group baik domestik maupun mancanegara, world class facilities, carrier neutral, dan multi services untuk network provider lain.

Sejak 2015, Telkom selalu menjadi perusahaan pertama yang mendapatkan sertifikasi bertaraf internasional, seperti Uptime Sertifikasi Tier 3 dan Tier 4, serta Sertifikasi Uptime TCOS satu-satunya di Indonesia pada 2017. Sampai saat ini Telkom telah memiliki 26 data center, yang terdiri dari 5 Data Center tier 1 berada di luar negeri, 18 Data Center neuCentrix, serta 3 Data Center tier 3 dan 4 berlokasi di Indonesia.

Dengan adanya dukungan data center yang tersebar di banyak lokasi dan terhubung dengan jaringan broadband, maka Telkom siap dan mampu untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan di masa mendatang, seperti edge computing, 5G services, blockchain dan lainnya.

Comments are closed.