Hasil Tes PCR Usai Perjalanan dari Luar Negeri Tak Jamin Bebas COVID-19

Dr Ines Atmosukarto, ahli biomolekuler dan vaksinolog. Foto: jcsmr.anu.edu.au

Di tengah merebaknya virus corona di Indonesia, perjalanan dari luar negeri masih diperbolehkan. Meski demikian, terdapat pengetatan aturan seperti yang tercantum dalam Surat Edaran Satgas COVID-19 terbaru.

Salah satu aturan yang tercantum adalah dengan memberlakukan tes RT-PCR kepada WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia sebanyak dua kali, yakni ketika tiba di Indonesia dan pada hari ketujuh karantina.

Menanggapi kebijakan ini, Epidemiolog Indonesia, Dr Ines Atmosukarto, menganggap bahwa sistem testing ini tidak menjamin para pelaku perjalanan sepenuhnya bebas dari COVID-19.

“Walau hampir semua penerbangan memberlakukan PCR sebelum berangkat, kita tahu sistem ini tidak sempurna,” ungkap Dr Ines saat dihubungi kumparan, Senin (5/7).

Menurut Doktor bidang Biokimia dan Biologi Molekuler University of Adelaide Australia ini, ada potensi para pelaku perjalanan terpapar usai mereka melakukan RT-PCR, seperti tertular pada saat perjalanan pulang dari testing.

Ilustrasi bandara Foto: Pixabay

“Karena, bisa saja orang terpapar setelah testing, atau terpapar dalam perjalanan, dan bisa juga mutu tempat pelaksanaan test tidak bisa dijamin, apalagi kalau itu di luar negeri,” tambahnya.

Dr Ines melihat situasi COVID-19 di Indonesia sebagai situasi yang gawat darurat dan harus dikontrol secara ketat.

“Kalau tidak, maka sama saja seperti memompa air keluar, tapi atapnya tetap bocor,” —Dr Ines Atmosukarto

Ia menekankan negara-negara yang sukses mengendalikan pandemi adalah mereka yang memberlakukan pembatasan dengan ketat dan juga karantina.

Jikalau Indonesia tetap terus memberlakukan karantina ketat seperti halnya dalam SE Satgas COVID-19 No. 8 Tahun 2021, Dr Ines menegaskan bahwa mereka tidak boleh diberikan kesempatan keluar kamar sama sekali. Mereka harus diawasi secara ketat oleh aparat.

Ia menambahkan, karantina juga harus dipisahkan bagi mereka yang sudah divaksinasi dan yang belum divaksinasi, dengan tujuan mengurangi potensi orang terpapar ketika karantina.

Seperti diketahui, Surat Edaran Satgas COVID-19 yang diteken pada Minggu (4/7) akan berlaku efektif per Selasa (5/7).

Kebijakan ini memperketat aturan masuk ke Indonesia bagi para WNI dan WNA di luar negeri, yakni dengan menambah periode karantina, dari 5 hari menjadi 8 hari.

Mereka juga diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi dan dites RT-PCR sebanyak dua kali.

kumparan telah mencoba menghubungi Kementerian Luar Negeri RI serta Ditjen Imigrasi RI untuk menanyakan soal mengapa Indonesia masih belum melarang seluruh perjalanan internasional.

Namun hingga kini, masih belum ada tanggapan dari kedua belah pihak.

Comments are closed.