Haruskah Orang Tua dan Guru Bekerja Sama dalam Pendidikan Anak Usia Dini?

Ilustrasi ibu menemani anak belajar. Foto: Shutterstock

Tanggung jawab mendidik dilaksanakan oleh orang tua, lembaga pendidikan, dan anggota masyarakat secara bersama-sama. Ketiganya harus dapat membantu mengajar, mendidik, mengembangkan anak-anak supaya kelak setelah dewasa mereka menjadi individu yang memiliki kualitas dan integritas. Pengembangan kecerdasan intelektualitas yang dapat diandalkan, mengawasi dan mengendalikan perilaku anak dan memikirkan masa depan anak supaya kelak menjadi individu yang berhasil.

Pencapaian hasil pendidikan yang optimal memerlukan pembinaan yang baik dari ketiga jenis lingkungan pendidikan tersebut lebih-lebih lagi pada anak usia dini. Anak usia dini lebih banyak hidup dalam keluarga bersama orang tuanya. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini orang tua dan siapa saja yang berada dalam keluarga harus lebih banyak terlibat dalam pendidikan anaknya.

Dalam keluarga, anak tidak saja bergaul dengan orang tuanya akan tetapi juga bersama anggota keluarga lainnya seperti kakek, nenek, kakak, om dan tante, pembantu/pengasuh dan semua orang yang berada di dalam keluarga. Semua orang yang berada di lingkungan anak akan mempengaruhi perilakunya kelak. Jika anak lebih banyak bergaul dengan ibu maka perilaku anak akan banyak dipengaruhi oleh ibunya. Demikian juga jika anak lebih banyak bergaul dengan pengasuh maka perilakunya akan dipengaruhi oleh pengasuhnya.

Ketika anak sudah menginjak usia 3 sd 6 tahun, anak sudah bisa mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan anak usia dini. Inilah kesempatan anak belajar sambil bermain di lembaga PAUD yang dimasuki. Guru pada pendidikan ini mengetahui persis bahwa masa usia dini adalah masa emas dan masa peka. Dalam masa peka anak akan menangkap sinyal-sinyal yang melintasinya. Bermain adalah cara belajarnya anak usia dini. Dengan bermain anak mengenal apa saja yang ada di lingkungannya. Bermain dilakukan dengan suka rela bukan dengan terpaksa dan bukan pula dengan kata-kata larangan yang menyakitkan.

Pertemuan orang tua dengan guru dalam rangka menjalin kerjasama

Agar terjadi keserasian pendidikan anak usia dini di rumah dengan sekolah, maka diperlukan adanya kerja sama. Kerja sama inilah yang akan menjembatani antara orang tua dan guru. Guru dan orang tua sering berbeda dalam mendidik anak karena antara keduanya juga berbeda. Mungkin berbeda peran dan tanggungjawab namun keduanya memiliki kelebihan masing-masingnya. Untuk menyatukan perbedaan antara orang tua dengan guru dan untuk saling memanfaatkan kelebihan masing-masing diperlukan adanya kerja sama.

Kerja sama dapat dilakukan dalam berbagai hal dalam semua aspek perkembangan anak. Orang tua kadang-kadang lebih mengutamakan anaknya bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Padahal semua aspek perkembangan anak harus sama-sama dikembangkan dan semua sama pentingnya. Aspek perkembangan tersebut meliputi perkembangan agama dan moral, fisik motorik, bahasa, kognitif, sosial emosional dan seni.

Inilah perlunya kerja sama antara guru dengan orang tua agar tidak terjadi kesalahan dalam mendidik anak usia dini. Manfaat lainnya dapat memberikan pelayanan terbaik pada anak usia dini untuk mengantarkannya pada keberhasilan hidup dunia akhirat.

**Oleh: Dr. Syuraini, M. Pd.

Comments are closed.