Harap Tenang, Supermarket hingga Pasar Tradisional Tetap Buka Saat PPKM Darurat

Ilustrasi belanja di pasar swalayan. Foto: Shutterstock

Pemerintah resmi menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali per 3 Juli 2021. Aturan berlaku sampai 2 minggu setelahnya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi sebagai koordinator PPKM Darurat untuk seluruh wilayah Jawa dan Bali.

Dalam penerapan PPKM kali ini, pemerintah lebih tegas dalam membatasi kegiatan-kegiatan atau tempat-tempat yang bisa memicu timbulnya kerumunan atau kontak fisik. Salah satu yang dilarang total adalah beroperasinya mal atau pusat perbelanjaan selama masa PPKM Darurat berlangsung.

Namun jangan khawatir, beberapa sektor esensial masih diizinkan untuk melayani masyarakat khususnya sektor yang menyediakan kebutuhan pokok.

Luhut menjelaskan, layanan seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari masih boleh buka untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Aktivitas pasar ikan tradisional Peunayong ditengah pandemi COVID-19, di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (3/10). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Hanya saja selama PPKM Darurat ini, jam operasionalnya dibatasi hanya sampai pukul 20.00 waktu setempat. Jumlah pengunjung juga tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas. Selain itu, apotek dan toko obat juga tetap diperbolehkan buka selama 24 jam.

Sedangkan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup hingga masa PPKM Darurat selesai.

Di sisi lain, Luhut mengatakan cafe atau restoran tidak diperbolehkan menerima makan di tempat (dine-in). Warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya diperbolehkan menerima delivery/take away.

Comments are closed.