Gubernur Koster Pastikan Korban KMP Yunicee Dapat Uang Santunan

Gubernur Bali Wayan Koster saat melakukan peninjauan ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali – IST

JEMBRANA- Gubernur Bali Wayan Koster telah memiinta pihak Jasa Raharja untuk memberikan uang santunan kepada para korban tenggelamnya KMP Yunicee pada Selasa (29/6/2021) malam di perairan Gilimanuk.

“Tadi saya dengan Jasa Raharja sudah bicara, supaya korban ini betul-betul mendapat uang santunan,” katanya ketika melakukan peninjauan lapangan di Gilmanuk, Jembrana, bali.

“Pihak Jasa Raharja tadi sudah menyampaikan segera diproses uang santunannya sebesar Rp 50 juta per orang yang korban. Kemudian, yang luka-luka juga akan diberikan santunan,” sebutnya.

Sementara, untuk masyarakat Bali yang menumpang kapal tersebut yang saat ini sedang dievakuasi di Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, tentu pihaknya tentu akan menangani hal itu.

Suasana evakuasi korban KMP Yunicee yang tenggelam di selat Bali – IST

“Biar sekarang di sana dulu, khan sedang dijaga, supaya stabil dulu, tentu nanti kita akan kita tangani. Semua yang kaitan dengan warga di Bali itu kita akan tangani secara khusus,” ujarnya.

“Besok, saya akan menugaskan Kepala BPBD untuk menyikapi masalah ini, turun ke sana. Supaya diambil langkah-langkah cepat,” tegasnya.

Peristiwa itu, kata dia, menjadi pelajaran dan bahan pengetahuan juga untuk melakukan koordinasi dengan para pihak, Kementerian Perhubungan, Pelindo, dan juga pihak pemilik perusahaan yang memiliki kapal. Apapun juga kita harus melakukan evaluasi,” ujar Koster.

Ia mengatakan, untuk penyebab tenggelamnya Kapal KMP Yunicee hingga saat ini masih belum bisa diketahui. Namun, lewat peristiwa itu pihaknya meminta pihak terkait untuk mengkaji tenggelam Kapal KMP Yunicee agar diketahui apa sebenarnya masalahnya sehingga tenggelam.

“Saya akan menugaskan Dinas Perhubungan dan pihak terkait untuk mengkaji masalah ini, apa sebenarnya sumber masalahnya. Sehingga, kedepan bisa dilakukan perbaikan kebijakan di dalam transportasi laut,” imbuhnya.

Sementara, saat ditanya apakah kapal tersebut tenggelam karena faktor usia. Pihaknya menyatakan jangan terburu-buru menyimpulkan hal tersebut.

“Kita belum bisa buru-buru menyimpulkan itu. (Bisa) salah satu faktor usia, bisa juga faktor human error, bisa juga faktor alam. Jadi, kita belum bisa menyimpulkan itu. Biarkan, ini proses berlangsung dulu. Saya kira, nanti akan ada hasil, bisa dipercaya secara akurat untuk menyimpulkan,” katanya.

Sementara, saat ditanya apakah ada indikasi kelebihan muatan, pihaknya membenarkan dan hal itu dilihat dari 59 penumpang masih ada penumpang lainnya yang belum ditemukan. (kanalbali/KAD)

Comments are closed.