Gareth Southgate Tuntas Tebus Dosa Usai Bawa Inggris Kalahkan Jerman

Ekspresi pelatih Inggris Gareth Southgate saat melawan Jerman pada pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris. Foto: Frank Augstein/Reuters

Gareth Southgate membawa Inggris sukses menaklukkan Jerman dengan skor 2-0 pada laga babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris. Kemenangan ini bisa dibilang sebagai penebusan dosanya di masa lalu.

Dosa apa yang dimaksud? Kesalahan fatal apa yang dibuat Southgate untuk Inggris?

Jadi, Southgate tergabung dalam skuad Inggris untuk Euro 1996. Mereka bertemu dengan Jerman di babak semifinal dan kalah adu penalti 5-6 usai bermain 1-1 di waktu normal.

Inggris kalah karena Southgate selaku penendang keenam Inggris gagal melakukan tugasnya. Tendangannya yang datar menyusur tanah kala itu sanggup ditepis Andreas Koepke.

Kini, kesalahan itu telah terbayar. Gareth Southgate berhasil memimpin Inggris untuk menaklukkan Jerman di babak 16 besar Euro 2020 dalam kurun waktu 90 menit.

Gol Inggris dicetak oleh Raheem Sterling (75′) dan Harry Kane (86′. Dengan begini, pasukan Southgate lolos ke perempat final Euro 2020.

“Saya sangat senang bisa memberi para penggemar di stadion sore yang luar biasa dan saya yakin jutaan penonton dan pendengar di rumah [juga senang]. Kami tahu apa yang telah dilalui negara ini dan dapat memberi mereka hari seperti hari ini dan kinerja seperti itu benar-benar istimewa,” kata Southgate usai laga kepada BBC.

Banyak yang meragukan Southgate bisa membuat Inggris berbicara banyak di Euro 2020. Keraguan kian menguar usai Kane dan kolega hanya mampu mencetak 2 gol dari 3 laga fase grup.

Ekspresi pelatih Inggris Gareth Southgate saat melawan Jerman pada pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris. Foto: Catherine Ivill/Reuters

Gareth Southgate dinilai miskin variasi taktik. Namun kali ini, pelatih 50 tahun itu membuktikan dirinya punya taktik ciamik untuk menundukkan Jerman di Euro 2020 sekaligus menebus dosanya di masa lalu.

“Mereka (pemain Jerman) agresif melakukan tekanan. Kami merasa itu sangat penting. Itulah mengapa kami mengubah sistem, bukan untuk menunggu, tetapi menjadi agresif terhadap wingback mereka untuk memastikan bahwa kami bisa menekan di seluruh lapangan,” terang Southgate soal taktiknya.

Salah satu keputusan Southgate yang dipuji dalam laga ini adalah memasukkan Jack Grealish. Masuk pada menit 69, winger Aston Villa itu berkontribusi untuk proses gol Sterling dan assist untuk gol Kane.

Jadi, layaklah kini orang-orang untuk sejenak memuji Southgate. Alan Shearer, rekan setimnya di skuad Inggris untuk Euro 1996, pun mengatakan bahwa Southgate patut berbangga usai membawa Inggris mengalahkan Jerman.

Ekspresi pelatih Inggris Gareth Southgate saat melawan Jerman pada pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris. Foto: Catherine Ivill/Reuters

“Gareth Southgate akan merasa sangat bangga malam ini dan memang layak. Setiap keputusan yang dia buat sampai sekarang telah berhasil,” tuturnya kepada BBC One.

“Dengan apa yang terjadi di 1996 saat dia gagal mengeksekusi penalti, Anda tidak dapat membayangkan betapa bangganya dia di ruang ganti malam ini. Dalam menempatkan tim yang tepat untuk mengalahkan Jerman di sistem gugur,” tandasnya.

***

Comments are closed.