Frekuensi Penerbangan Pesawat di Kalteng Turun Usai Ada Aturan Wajib PCR

Ilustrasipesawat

PALANGKA RAYA-Frekuensi penerbangan pesawat yang datang dan pergi di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengalami penurunan usai adanya kebijakan wajib PCR.

Eksekutif General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, Siswanto mengatakan sejak kemarin sedikit sekali. Ada sekitar empat penerbangan dan hari ini hanya ada satu penerbangan.

“Frekeunsi penerbangan menurun hampir 80 persen, begitu pula penumpang juga hampir sama mengikuti,” terangnya dilansir dari Antara, Jumat (2/6).

Untuk kemarin, maskapai yang melakukan aktivitas penerbangan, seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Batik Air, serta Citilink. Sedangkan hari ini hanya Batik Air dengan rute pulang pergi Palangka Raya-Jakarta.

Berdasarkan informasi yang pihaknya terima, jumlah keseluruhan penumpang baik yang berangkat maupun datang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya hari ini, jumlahnya tidak lebih dari 60-70 orang.

“Hari ini rute penerbangan hanya Palangka Raya-Jakarta pulang pergi, sedangkan rute kemarin selain Jakarta juga ada Surabaya,” ungkapnya.

Siswanto memaparkan, maskapai tetap menyampaikan jadwal, namun kini biasanya mendekati batas akhir waktu yang ditentukan. Menurutnya maskapai lebih dulu mengamati perkembangan kondisi penumpang.

Lebih lanjut dijelaskannya persyaratan bagi penumpang atau pelaku perjalanan transportasi udara yang diterapkan di Bandara Tjilik Riwut, harus mengikuti ketentuan pemerintah daerah setempat, yakni menyesuaikan SE Gubernur nomor 443.1/107/Satgas COVID-19.

“Sesuai aturan dalam SE gubernur, keluar dan masuk diwajibkan membawa hasil negatif tes PCR,” jelasnya.

Memang di lapangan masih ada ditemukan beberapa penumpang belum mengetahui aturan baru terkait kewajiban PCR tersebut. Terkait hal ini, pihak KKP pun meminta yang bersangkutan melakukan pemeriksaan PCR lagi, karena tadinya hanya melakukan tes antigen.

Hal itu membuat sebagian dari mereka, ada yang memilih refund tiket, hingga reschedule atau menjadwalkan ulang penerbangannya.

Sementara itu untuk kargo masih dalam kondisi normal dan diperkirakan akan ada penambahan pesawat pengangkut kargo, lantaran pesawat penumpang yang juga biasa mengangkut kargo sebagian tidak terbang.

Comments are closed.