Foto: Kasus COVID-19 Melonjak, RSPAW Salatiga Dirikan Tenda Darurat

Seorang pekerja mempersiapkan fasilitas kesehatan di dalam tenda darurat di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan (RSPAW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO

Penuhnya keterisian tempat tidur karena lonjakan kasus COVID-19 di Salatiga membuat Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan (RSPAW), Salatiga, Jawa Tengah mendirikan tenda darurat sebagai ruang tunggu pasien IGD.

Terlihat Seorang pekerja mempersiapkan fasilitas kesehatan di dalam tenda darurat di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan (RSPAW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021).

Seorang pekerja mempersiapkan fasilitas kursi roda ke dalam tenda darurat di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan (RSPAW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTOSeorang warga melintas di dekat tenda darurat di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan (RSPAW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO

Meningkatnya angka kematian yang disebabkan wabah COVID-19 juga menyebabkan permintaan produksi peti mati di Salatiga meningkat. Biasanya hanya menjual 25 peti per bulan, kini mencapai 100 peti per bulan.

Untuk mengurangi lonjakan kasus COVID-19, pemerintah setempat menargetkan 200 vaksinasi per hari dan menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat.

Sejumlah pekerja membuat peti jenazah di Salatiga, Jawa Tengah, Senin (28/6/2021). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTOMeningkatnya angka kematian yang disebabkan wabah COVID-19 menyebabkan permintaan produksi peti mati di Salatiga meningkat. Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTOUntuk mengurangi lonjakan kasus COVID-19, pemerintah setempat menargetkan 200 vaksinasi per hari. Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTOSelain vaksinasi, pemerintah juga menerpkan pembtasa aktivitas masyarakat. Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO

***

Comments are closed.