FKH Unair Bentuk Tim Khusus Tangani Wabah PMK di Jatim

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyerang ternak di Jawa Timur. Merespons hal itu, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) membuat tim khusus untuk menangani wabah tersebut.

Dekan FKH Unair Prof Dr Mirni Lamid drh MP mengungkapkan, bahwa FKH Unair telah membentuk tim khusus untuk membantu mengatasi dan menangani wabah PMK di Jawa Timur.

Tak hanya itu, FKH Unair juga telah membentuk tim pengabdian masyarakat untuk membantu penanganan wabah PMK di lapangan. Tim pengabdian masyarakat tersebut akan diterjunkan pada Sabtu (14/5) di dua kabupaten yang terserang wabah PMK.

“Sabtu besok (14/5) kami sudah membentuk tim pengabdian masyarakat yang kami bagi dua di dua kabupaten yang akan terjun bersama-sama,” ungkap Prof. Mirni dalam dialog interaktif ‘Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku’ yang dilakukan secara daring, Kamis (12/5).

Prof. Mirni juga menuturkan, agar masyarakat tidak panik berlebihan dalam menghadapi PMK. Ia mengungkapkan bahwa sapi atau hewan ternak yang terjangkit PMK dapat disembuhkan apabila dilakukan treatment dengan baik.

Bahkan untuk mencegah penyebaran virus dapat dilakukan penyemprotan lantai dan dinding kandang dengan desinfektan.

“Penyemprotan untuk kaki ini juga bisa dengan KMnO4, ini bisa efektif sekali. Selain itu juga mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa PMK merupakan penyakit yang sangat menular untuk hewan berkuku belah tetapi tidak menular pada manusia.

Oleh karena itu, daging dan jeroan pada sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menularkan virus apabila sudah dimasak.

“Jadi virus PMK ini aman untuk manusia, maka ya tidak apa-apa sebetulnya, dimasak (daging dan jeroan) kemudian diedarkan tidak tidak masalah. Aman untuk manusia,” tutupnya.

Comments are closed.