Fahira Idris: Anies Buat Standar Tinggi, Penggantinya Harus Berwawasan Global

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan jajaran pejabat lembaga keuangan Uni Eropa (European Investment Bank), di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2022). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Di ujung masa jabatan Anies Rasyid Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, masyarakat mulai menanti dan membicarakan siapa sosok yang tepat menggantikan posisinya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur sampai 2024 nanti.

Tak terkecuali Fahira Idris. Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta ini menantikan sosok dengan wawasan global untuk menggantikan Anies per 16 Oktober 2022 nanti.

“Isu pertama penempatan sosok yang jadi pengganti Pak Anies Baswedan bukan hanya harus kompeten dan capable. Sosok tersebut harus mempunyai kemampuan dan wawasan global agar lompatan kemajuan yang telah terjadi di Jakarta ini dapat terus dirasakan warga,” kata Fahira dalam acara 5 tahun refleksi kepemimpinan Anies Baswedan di Hotel Gren Alia Jakarta, Jumat (23/9).

Anggota DPD RI Fahira Idris mendatangi Mapolda Metro Jaya, Senin (4/11). Foto: Raga Imam/kumparan

Politikus Partai Golkar itu menilai sosok Anies telah membuat standar masyarakat dalam memilih sosok pemimpin daerah menjadi lebih tinggi. Sebab menurut Fahira, Anies telah berhasil membawa Jakarta terus berkembang menjadi lebih baik selama 5 tahun menjabat.

“Gubernur Anies telah meletakkan standar tinggi bagi siapa pun nanti yang menggantikannya memimpin Jakarta. Jadi kecintaan warga Jakarta akan kota ini semakin tinggi sehingga warga semakin akan semakin kritis terhadap perjalanan kota ini ke depan,” lanjutnya.

Fahira beranggapan, jika melihat seluruh program yang dibangun di Jakarta, Anies terlihat tengah mempersiapkan kota metropolitan ini setara dengan berbagai kota maju di dunia.

Dengan wawasan global yang diharapkan dimiliki siapa pun penerus Anies nanti, Fahira berharap seluruh program kerja yang telah dibangun Anies bisa dilanjutkan.

Anies di Pencanangan TOD Dukuh Atas. Foto: Moh Fajri/kumparan

Contohnya, sistem Transportasi Oriented Development (TOD) yang sedang dibangun secara masif di beberapa titik, seperti Blok M Jakarta Selatan. Pun dengan pelibatan masyarakat dalam pembangunan Jakarta.

“Konsep pembangunan yang diusung Pak Anies yaitu warga berperan sebagai kreator dan Pemprov sebagai kolaborator tuh telah menaikkan level Jakarta sejajar dengan kota-kota global di dunia,” pungkasnya.

Pj pengganti Anies kini sedang dalam tahap penilaian akhir oleh pihak Kemendagri. Pihak Kemendagri sedang menyaring 3 nama berdasarkan 3 ajuan DPRD DKI, yakni Kasetpres Heru Budi Hartono, Sekda DKI Jakarta Marullah Matali, dan Dirjen Polpum Kemendagri Bachtiar. Lalu 3 nama lainnya yang diajukan Kemendagri juga tengah digodok.

Nantinya, hasil dari penilaian akhir ini akan merujuk pada 3 nama, 3 nama ini akan diserahkan ke Presiden Jokowi yang kemudian akan ditunjuk salah satunya untuk memimpin Jakarta.

Comments are closed.