Evaluasi Mudik MTI: Angkatan Umum Masih Jauh dari Sempurna

Pemudik bersepeda motor antre keluar dari KMP Trimas Kanaya saat tiba di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (30/4/2022). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melakukan evaluasi mudik 2022, 1443 hijriah. Salah satu faktor yang dianggap sebagai penyebab masih terjadinya macet adalah kerena belum memadainya angkutan umum antar wilayah.

Akibatnya, para pemudik lebih memilih mobil dan sepeda motor pribadi sebagai transportasi. Kendaraan pribadi dipandang lebih memberikan akses langsung door to door baik untuk perjalanan antar kota maupun perjalanan di kota atau desa tujuan.

“Ini menunjukkan bahwa kinerja angkutan umum antar wilayah, angkutan perkotaan dan angkutan pedesaan Indonesia masih jauh dari sempurna. Dan ini menjadi PR bersama,” ujar Dosen Universitas Tarumanagara, Prof Leksmono dalam diskusi virtual yang diadakan MTI, Sabtu (14/5).

Kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Penyebab macet yang lain adalah tingginya kegiatan perjalanan. Sementara diimbangi dengan infrastruktur. Baik itu kegiatan wisata atau pun pergerakan-pergerakan masyarakat di luar dari sekadar kegiatan pulang kampung.

“Terjadinya waktu puncak arus lalu-lintas yang luar biasa akibat permintaan perjalanan yang sangat besar. Bukan hanya terkait langsung dengan kegiatan pulang kampung, namun juga kegiatan wisata. Baik lokal maupun regional,” kata Leksmono.

Khusus kemacetan di jalan raya, kata Leksmono, dipicu juga oleh pengguna jalan itu sendiri. Banyak pengguna jalan yang tidak mempertimbangkan risiko-risiko atau kejadian yang dapat menimpa di jalan.

Calon penumpang kereta api memadati Stasiun Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/4/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO”Hal ini akibat perencanaan logistik kendaraan yang tidak cermat. Kartu tol yang rusak atau kurang dana juga sering menghambat di pintu tol,” tambahnya.

Pemilihan rute dan waktu menggunakan GPS di smartphone pun dinilai jadi salah satu penyebab macet. Terutama di jalan-jalan alternatif yang belum memadai.

“Menggunakan aplikasi smartphone untuk memantau GPS, namun sering kali tidak dengan smart. Akibatnya, saran GPS diikuti mentah-mentah berpeluang salah jalan dan memperpanjang waktu tempuh,” ungkap Leksmono.

Comments are closed.