ETLE Dinilai Bisa Cegah Masyarakat yang Suka ‘Nakal’ Bayar Pajak Kendaraan

Petugas NTMC Korlantas Polri mengamati pergerakan arus lalu lintas pada layar di Gedung National Traffic Managemen Center (NTMC) Korlantas Polri, Jakarta. Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dapat memberikan banyak manfaat.

Salah satunya, kata Syafrin, terkait identifikasi kendaraan bermotor yang telat atau tak membayar pajak.

“Biasanya masyarakat kita itu membeli kendaraan hanya prestis, sementara mereka belum tahu ketika mengurus administrasi tiap tahun bayar pajak,” kata Syafrin di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (24/1).

“Sebelum ada ETLE mereka beli setahun, dua tahun, tidak membayar pajak ya biasa saja, karena di dalam STNK tertulis lima tahun, ini yang sering lolos,” sambungnya.

Kadishub DKI, Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: Andreas RIckt Febrian/kumparan

Semenjak ada ETLE, lanjut dia, petugas bisa mengetahui kendaraan yang belum membayar pajak tahunan.

“Tapi dengan ETLE begitu kita gabungkan keseluruhannya, kita inline dengan dinas pendapatan daerah, mereka belum bayar pajak bisa kita tilang,” imbuhnya.

Selain itu, kata Syafrin, keuntungan dari ETLE juga bisa mendorong orang-orang untuk lebih memilih transportasi umum.

“Dengan ini yang simpel tidak mau ngurus, kemudian begitu mengurus repot akhirnya mereka tidak lagi menggunakan kendaraan, justru menggunakan transportasi umum,” tutup dia.

Comments are closed.