Erick Thohir: Tadex Karya dari Indonesia, Tak Kalah dengan Google Ads

Ilustrasi Tadex. Dok. Tadex

Tanah Air Digital Exchange (Tadex) akhirnya secara resmi telah meluncur. Platform ini menjadi penyedia layanan programmatic advertising terbesar di Indonesia yang bisa bersaing dan tak kalah hebat dengan Google Ads.

Secara umum, Tadex merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Pers, Task Force Media Sustainability, bersama Telkom Group berfungsi sebagai platform yang mempertemukan publisher yang memiliki produk atau konten berkualitas agar bisa beriklan di media-media kredibel yang tergabung di dalamnya.

Tadex juga membantu publisher, baik itu perusahaan swasta, BUMN, hingga agensi menganalisis data audiens yang dimiliki media-media kredibel yang tergabung untuk menjalankan iklan atau kampanye dari pengiklan secara lebih efektif.

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengibaratkan Tadex seperti platform asli Indonesia yang bisa bersaing dengan Google Ads. Tadex bisa menjadi bagian dari promosi perusahan swasta lokal, maupun luar negeri, serta BUMN dalam membangun pertumbuhan usaha melalui brand dan product awareness.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin corona Sinovac di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

“Kuncinya adalah beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi. Dengan kolaborasi ini, akan menjadi kekuatan penyeimbangan. Hadirnya Tadex menjadi momen bersejarah bagi industri periklanan, dan saya yakin akan menjadi programmatic advertising yang tak kalah dengan Google Ads. Karya dari Indonesia untuk Indonesia,” tutur Erick dalam sambutan acara peluncuran Tadex, Selasa (29/6).

Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah, memandang Tadex sebagai platform digital, seperti halnya marketplace yang mempertemukan publisher dan advertiser. Dengan demikian, para pengiklan ke depannya tidak perlu menggunakan jasa platform luar negeri seperti Google Ads.

“Dengan adanya layanan bikinan anak bangsa ini, semua transaksi terjadi di Indonesia. Dan ke depannya, kami harap juga bisa menarik para pengiklan dari luar negeri agar bisa memasang iklan di sini, atau memakai inventory di Indonesia,” tutur Ririek di kesempatan yang sama.

Tadex bagian dari upaya ciptakan ekosistem jurnalisme yang sehat

Selain menjadi angin segar untuk industri periklanan digital, Tadex juga bisa menciptakan ekosistem jurnalisme yang sehat. Hal ini pun diamini oleh Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), Kemal Effendi Gani.

Kemal melihat saat ini di era digital terjadi pergeseran fokus media yang kini hanya mempedulikan jumlah klik, sehingga berdampak pada penurunan kualitas konten. Sementara, platform ads global, seperti Google Ads tidak mempedulikan kualitas konten, tetapi mengutamakan keuntungan dari media-media yang tidak kredibel.

“Hadirnya platform global itu mereka tidak peduli. Media dari mana saja. Kalo viewer-nya banyak ya mereka dapat banyak revenue. Jadi banyak konten-konten yang tidak bermanfaat, kemudian malah merusak bangsa kita ini yang hadir dan memperoleh rezeki iklan seperti itu,” kata Kemal dalam peluncuran Tadex.

Ilustrasi Google Ads. Foto: Shutterstock

Kemal mengungkap ada empat manfaat dari hadirnya Tadex di Indonesia. Satu, dapat menumbuhkan banyak media-media kredibel, sebab yang tergabung dalam Tadex hanya media berkredibel saja.

Kedua, pengguna layanan atau advestiser nanti akan memperoleh audiens yang dihasilkan oleh media-media kredibel yang sesuai dengan pangsa pasar mereka. Ketiga, Tadex berprinsip bekerja sama secara adil dan transparan.

Terakhir, advestiser bisa meningkatkan brand awarness-nya dengan beriklan di Tadex karena memiliki value tinggi yang didukung oleh teknologi DMP dan terintegrasi dengan Data Marketplace.

Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid, menjelaskan teknologi yang digunakan Tadex adalah DMP (data management platform) sebagai data center programmatic advertising, yang dapat mengumpulkan profil target konsumen dari online, offline dan mobile.

“Teknologi itu kemudian mengolah profil konsumen menjadi data segmentasi yang dapat digunakan brand dan agensi. Sehingga mereka dapat memilih untuk menargetkan iklan yang tepat di situs web yang sesuai,” jelas Fajrin.

Selain itu, Tadex menggunakan Supply Side Platform yang ditujukkan untuk para publisher atau penerbit, di mana fungsi utamanya adalah mengelola pemasangan iklan di website atau mobile app, termasuk opsi untuk otomasi, optimasi, meningkatkan performa, dan mengatur harga dari masing-masing slot iklan yang ditawarkan.

Comments are closed.