Eks Rektor UIN Sumut Ditahan Karena Dugaan Korupsi Rp 10 Miliar

Eks Rektor UINSU Prof Saidurahman, bersama dua tersangka lainnya saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri Medan Foto: Dok. Istimewa

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Saidurrahman ditahan penyidik Kejaksaan Medan. Dia bersama 2 tersangka lainnya, Syahruddin Siregar dan Joni Siswoyo diduga korupsi biaya pembangunan di UINSU sebesar Rp 10 miliar.

Kasi Intelijen Kejari Medan, Bondan Subrata, membenarkan penahanan ketiga tersangka. Mereka ditahan usai polisi menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada Kejari Medan, Senin (28/6).

“Benar, Kejaksaan Negeri Medan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun Anggaran 2018,” ujar Subrata, Selasa (29/6).

Bondan menuturkan dugaan korupsi ini terjadi di tahun anggaran 2018 dengan nilai kontrak pembangunan Rp 44.973.352.461 yang dikerjakan oleh kontraktor PT Multi Karya Bisnis Perkasa.

“(Namun) Pembangunan gedung itu kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara. Sesuai hasil audit kerugian negara yaitu sebesar Rp 10 miliar lebih,” ujar Bondan.

Dalam kasus ini Saidurrahman bersama dua tersangka lainnya Syahruddin Siregar dan Joni Siwoyo diduga melakukan korupsi. Diketahui Syahruddin merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sedangkan Joni Siswoyo (JS) Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa.

Kata Bondan setelah menerima tiga tersangka, Kepala Kejaksaan Negeri Medan telah menerbitkan Surat Perintah kepada Tim JPU untuk segera menyiapkan dakwaan agar segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Medan.

“Selanjutnya ketiga tersangka tersebut oleh JPU akan dilakukan penahanan dalam rangka penuntutan di Rutan Kepolisian Polda Sumatera Utara dalam kepentingan Jaksa Penuntut Umum menyiapkan dakwaan,” ujar Bondan.

Comments are closed.