Eks Ketua DPW soal Wasekjen PAN Usul RS Corona untuk Pejabat: Apa Isi Kepalanya?

Petugas kesehatan memeriksa pasien di ruangan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Wasekjen DPP PAN, Rosaline Rumaseuw, menyoroti banyaknya pejabat negara kesulitan mencari rumah sakit rujukan setelah lonjakan COVID-19.

Oleh sebab itu, Rosaline mengusulkan agar pemerintah menyiapkan rumah sakit COVID-19 khusus untuk pejabat.

Ketua DPW PAN DIY periode 2015-2020, Nazaruddin, langsung menanggapi usulan itu. Nazaruddin mengaku heran dengan pernyataan petinggi bekas partainya itu.

“Apa yang ada di kepala petinggi PAN ini. Alih-alih mengusulkan penambahan kapasitas rumah sakit akibat banyaknya rakyat yang terpapar COVID dan tidak tertangani, tapi malah mengusulkan rumah sakit khusus untuk pejabat,” kata Nazaruddin, Rabu (7/7).

Menurutnya, tugas dan fungsi partai adalah menyalurkan aspirasi rakyat. Bukan malah memikirkan pejabat pemerintah.

“Partai melalui pejabat-pejabatnya atau alat partai di lembaga perwakilan rakyat mendesak kepada pemerintah agar kebutuhan masyarakat yang diutamakan dalam kondisi seperti sekarang ini,” katanya.

“Ini kok ada petinggi partai justru yang dipikirkan pemerintah. Para pejabat pemerintah, pemda, DPR, dan DPRD itu sudah banyak menikmati fasilitas dan privilege dari negara, termasuk di dalam menghadapi pandemi ini,” pungkasnya.

Orang-orang beristirahat di ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Sebelumnya, Rosaline mengatakan pemerintah harus membuat rumah sakit khusus bagi pejabat negara agar mereka yang sakit atau terpapar COVID-19 dan memiliki gejala berat bisa langsung dirawat.

“Saya satu bulan, dua bulan terkahir ini banyak membantu pejabat negara untuk refer segala rumah sakit yang ada di Jakarta. Pemerintah lupa bahwa harus menyediakan faskes buat pejabat negara,” kata Rosaline dalam paparan survei Median.

Comments are closed.