Dulu Sempat Makan Nasi Garam, Kini Sukses Jadi Pengusaha Omzet Miliaran

Chika Ariska/mycity.co.id

Saat ini, bisnis jadi salah satu cara seseorang untuk bisa mendapatkan penghasilan utama atau penghasilan tambahan. Tak heran jika banyak orang yang tetap membangun bisnis meski sudah mempunyai pekerjaan yang tetap.

Bahkan ada juga yang lebih memilih resign demi bisa membangun bisnis. Terlebih lagi saat situasi pandemi seperti sekarang, orang banyak melakukan berbagai cara agar bisa bertahan hidup, salah satunya dengan membuka bisnis.

Untuk mencapai kesuksesan dalam membangun usaha dari awal tentu tidak mudah, banyak rintangan dan hambatan yang harus dilewati dan dijalani. Terlebih saat seseorang membangun bisnis tersebut dari nol dan terlahir dari keluarga yang biasa saja.

Seperti halnya dengan salah satu pengusaha muda asal Sulawesi Selatan bernama Riska atau yang akrab disapa Chika Ariska. Chika merupakan salah satu pengusaha yang sukses menjual hijab melalui brand yang didirikannya bernama Bugis Hijab. Lewat bisnisnya itu, Chika sukses meraup untung hingga miliaran rupiah dan memiliki puluhan karyawan.

Bahkan usahanya itu dikenal sebagai sebagai brand muslimah yang menyediakan puluhan jenis hijab dengan ratusan varian warna yang berbeda. Namun, ternyata kesuksesan yang ia miliki saat ini tak didapatkan dengan mudah. Banyak sekali rintangan dan cobaan yang ia hadapi hingga sukses seperti sekarang ini.

Berbekal pengalaman sebagai karyawan toko kerudung, ia memberanikan diri membangun bisnis hijab. Ia membangun bisnis ini dan berusaha sendiri pada tahun 2017. Itu pun karena dipecat dari toko tempatnya bekerja.

Dia mengaku belajar desain secara otodidak atau mandiri dan memilih nama Bugis Hijab sesuai dengan latar belakangnya sebagai gadis Bugis. Nama itu juga merupakan doa dan harapan untuk mengharumkan suku Bugis di seluruh dunia karena konsumen telah menjangkau luar negeri.

Awalnya ia bertekad ingin mengubah nasib ibu dan saudara kandungnya di kampong halaman. Chika pertama kali merantau ke Jakarta pada tahun 2008. Di Jakarta, dia hanya mengantongi uang saku sebesar Rp 500 ribu serta janji akan mendapat pekerjaan di sebuah toko di kawasan Tanah Abang. Saat itu, sang ibu sempat menentang keputusannya merantau karena hanya memiliki bekal ijazah setara SMP.

Di Jakarta, ia menjaga toko dari pagi hingga malam dan hanya diberi gaji sebesar Rp 250.000 per bulan. Pahit manis ia rasakan demi bertahan hidup selama merantau di Jakarta, mulai dari dituduh yang tidak-tidak sampai terpaksa makan sisa karyawan toko lain karena belum mendapat gaji.

Pada 2017, Chika dipecat dari tempat kerjanya. Saat itu ia baru saja menikah dengan kekasihnya yang bernama Arwin Burhan. Ia dan suaminya lantas memutar otak untuk mencari peruntungan, dan memutuskan berjualan hijab di toko Thamrin City. Ia menggunakan pesangonnya sebagai modal.

Saat pandemi melanda, Bugis Hijab juga turut terkena dampak negatif. Penjualan di toko menurun. Namun, penjualan via toko online meningkat. Sejak itu, Chika dan suaminya memutuskan untuk berjualan secara daring.

Tak disangka, ternyata strategi itu berhasil. Penjualan Bugis Hijab meningkat hingga 50% dibandingkan sebelum pandemi. Kini, ia sudah membuka dua toko offline di Thamrin City dan Tanah Abang, juga toko daring untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Ia telah memiliki 70 karyawan dan omzetnya mencapai miliaran rupiah.

Comments are closed.