Dua Desa di Wajo, Sulsel, Diterjang Banjir Bandang dalam Selang 4 Hari

Banjir bandang yang menerjang wilayah Lajokka, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menyebabkan ratusan rumah warga rusak. Foto: Dok. Istimewa

Bencana banjir bandang menerjang dua desa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam empat hari terakhir. Banjir ini diakibatkan luapan air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi di daerah itu beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu (26/6/2021), banjir bandang akibat meluapnya air Sungai Lajokka menerjang Desa Inalipue, Kecamatan Tanasitolo. Terjangan banjir bandang ini menyebabkan sejumlah rumah warga rusak serta menyapu lahan persawahan yang sudah hampir panen.

“Dua desa yang terdampak banjir, yakni Desa Inalipue dan Desa Lowa akibat meluapnya Sungai Lajokka. Ada sekitar seratusan rumah rusak, ada juga 5 rumah yang hampir roboh dan bergeser karena terjangan banjir dan tumpukan sampah,” kata warga setempat, Eddy Mulyawan, Minggu (27/6/2021).

Kepala Desa Inalipue, Muhammad Yunus, menuturkan banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA, Sabtu (26/6/2021). Ketinggian air mencapai 4 hingga 5 meter dan mulai surut pada pukul 07.00 WITA.

“Hujan mulai jam 10 malam, banjir datang saat warga sedang tidur dan mulai berangsur pukul 07.00 WITA. Ada beberapa rumah warga yang rusak parah, bergeser karena terbawa arus,” ujarnya.

Banjir bandang merusak lahan persawahan milik warga di Desa Kalola, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Tiga hari berselang, banjir bandang melanda wilayah lainnya, yakni Desa Kalola, Kecamatan Maniangpajo, Selasa (29/6/2021).

Kepala Desa Kalola, Suparman, mengatakan banjir bandang terjadi sekitar pukul 11.00 WITA dengan ketinggian air mencapai hingga 2 meter.

Banjir ini menyebabkan sekitar 85 rumah warga terendam, merusak 250 hektare lahan persawahan, serta kolam Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas Kelautan dan Perikanan Wajo terendam yang menyebabkan ratusan ikan hanyut.

“Banjir terjadi sekitar pukul 11.00 WITA, menjelang salat Zuhur. Ketinggiannya hingga 2 meter yang juga menggenangi ruas jalan Trans Sulawesi dan sempat terjadi kemacetan tadi sore,” ungkap Suparman, saat dihubungi, Selasa (29/6/2021) malam.

“Banjir meluas sampai wilayah Kabupaten Sidrap, seperti Kalosi Alau hingga Awakaluku. Curah hujan memang tinggi dalam seminggu terakhir dan bisa dibilang ini banjir parah di Kalola dalam 20 tahun terakhir,” sambungnya.

Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang tersebut. Namun, Suparman memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah mengingat sekitar 250 hektare sawah serta tambak ikan milik warga rusak diterjang banjir. Selain itu, pupuk dan gabah milik warga terendam karena tak sempat dievakuasi saat banjir datang.

“Sekarang banjir sudah mulai surut. Warga masih berjaga-jaga karena masih turun hujan dan mewaspadai banjir susulan,” pungkasnya.

Comments are closed.