dr Reisa: Penggunaan Masker dengan Benar Adalah Prokes Paling Minimal

dr Reisa Broto Asmoro sebelum disuntik vaksin corona Sinovac saat vaksinasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1). Foto: Youtube/@Sekretariat Presiden

Indonesia dihantam fase terburuk dalam pandemi COVID-19 selama setahun lebih. Untuk menahan laju penyebaran virus corona masyarakat diminta patuh protokol kesehatan, khususnya disiplin memakai masker.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, menjelaskan penggunaan masker sangat efektif untuk mencegah penyebaran percikan droplet, yang merupakan salah satu media penularan virus corona.

Oleh karenanya, masyarakat Indonesia tak cukup cuma taat bermasker, namun penutup mulut dan hidung itu harus dipakai dengan benar.

“Maka, penggunaan masker dengan benar adalah protokol kesehatan yang paling minimal yang perlu diterapkan oleh semua orang pada saat ini, sekarang juga, tanpa terkecuali,” tegas dr Reisa pada Keterangan Pers Virtual soal Update PPKM Darurat, Sabtu (3/7).

Reisa juga menjelaskan virus corona sangat mudah menular pada kondisi ruangan tertutup, pertemuan panjang dengan durasi di atas 15 menit, interaksi jarak dekat, keramaian, serta interaksi yang dilakukan tanpa menggunakan masker.

Masker yang paling efektif saat ini, menurut dr Reisa, adalah masker bedah atau medis sekali pakai dan masker jenis N95. Untuk masker bedah atau medis, disarankan digunakan bersamaan dengan masker kain atau teknik double masking.

“Tujuannya untuk menurunkan risiko droplet atau percikan bisa masuk ke rongga mulut dikarenakan kerapatan masker yang kurang, atau maskernya masih longgar bila hanya menggunakan satu lapis masker bedah atau medis saja,” pungkas dr Reisa.

Comments are closed.