Dongeng untuk Anak: Si Kaktus yang Baik Hati

Dongeng untuk Anak: Si Kaktus yang Baik Hati Foto: Shutter Stock

Membacakan dongeng untuk anak banyak manfaatnya. Dengan membacakan anak dongeng, si kecil akan memperoleh banyak manfaat.

Beberapa di antaranya: meningkatkan ikatan emosional antara Anda dan anak, mencerdaskan anak, memperkaya kosakata anak, hingga mendorong minat baca pada si kecil, Moms.

Lalu baca dongeng apa ya, untuk anak hari ini? Yuk, cek dongeng pilihan #kumparanMOM yang satu ini.

Kisah Kaktus yang Baik Hati

Dongeng untuk Anak: Si Kaktus yang Baik Hati Foto: Shutterstock

Pada suatu hari, hiduplah sekelompok bunga di taman. Ada bunga tulip, bunga matahari, bunga mawar, dan kaktus.

Semua bunga bermekaran dengan indah dan cantik. Tapi, hanya kaktus kecil yang tidak berbunga. Akhirnya, semua bunga pun mengejek kaktus.

Bunga matahari berkata, “Hai, lihat semua! Kaktus tidak memiliki bunga. Hahaha. Sangat jelek!”

Kemudian bunga mawar juga berkata, “Kamu (Kaktus) jangan mendekatiku!”

“Aku beruntung karena aku bukan kaktus,” timpal bunga tulip.

Tak lama berselang, datanglah hujan. Semua tanaman dengan senang hati meminum air. Tapi, bunga matahari berkata, “hai, kaktus! Kamu tidak perlu minum karena kamu tidak dapat mekar berbunga seperti kami.”

“Hanya bunga-bunga cantik yang bisa meminum air,” timpal bunga mawar.

Lalu, bunga tulip pun tertawa mendengar kawan-kawannya berkata seperti itu. Sementara, kaktus yang malang tetap diam dan merasa sedih.

Suatu ketika, ia pun mencoba menjadi bagian dari teman-temannya itu. Ya, kaktus mencoba untuk meletakkan bunga di tubuhnya itu tapi gagal. Ah, kasihan.

Kaktus. Foto: Pixabay

Namun saat musim panas datang, bunga-bunga di taman pun mulai mengering. Ya, semua bunga menderita di bawah cuaca panas, kecuali kaktus.

Kaktus bertanya kepada sesama bunga, “hai, apakah kalian baik-baik saja?”

“Cuacanya terlalu panas, aku haus!” jawab bunga matahari.

Lalu, bunga tulip juga berkata, “Tolong! Sinar matahari membunuhku!”

“Tolong sirami aku atau aku akan mati. Aku haus!” kata bunga mawar.

Semua bunga pun terheran-heran dengan kaktus yang tampaknya tidak merasakan hal sama seperti mereka. Akhirnya, bunga tulip pun bertanya, “Kaktus, kenapa kamu tidak merasa haus?”

“Karena aku memiliki akar panjang yang menyebar tepat di bawah tanah untuk mencari air. Tanpa daun, lebih sedikit air yang hilang melalui tubuhku. Jadi, aku menyimpan banyak air,” jawabnya.

“Jika kalian tidak keberatan, aku punya air dan bisa membantu kalian semua,” lanjut kaktus kepada semua bunga.

Dongeng untuk Anak: Si Kaktus yang Baik Hati Foto: Shutterstock

Bunga matahari pun berkata, “Maaf kaktus. Kami memperlakukan kamu dengan sangat buruk. Namun kamu masih sangat baik bersedia membantu kami.”

Kaktus menjawab, “Tidak masalah, kawan.”

Bunga tulip dan bunga mawar pun turut meminta maaf kepada kaktus karena merasa bersalah atas apa yang telah mereka perbuat kepada kaktus.

Setelah kejadian tersebut, semua bunga berhenti mengejek kaktus. Mereka malah bangga dan kagum kepada kaktus karena telah menyelamatkan hidup mereka.

Tiba-tiba, datanglah peri dihadapan mereka. Peri itu sangat kagum dengan apa yang dilakukan kaktus terhadap teman-temannya. Untuk itu, peri ingin membantu untuk mengabulkan keinginan kaktus agar menjadi kenyataan.

Kaktus pun meminta ingin memiliki bunga seperti kawan lainnya. Akhirnya, peri menggerakkan tongkat sihirnya dan kaktus pun mendapatkan bunga yang indah seperti tanaman lainnya. Mereka pun hidup bahagia bersama.

Comments are closed.