Dongeng untuk Anak: Kisah Pangeran yang Tidak Suka Sayuran

Dongeng untuk Anak: Kisah Pangeran yang Tidak Suka Sayuran. Foto: Shutter Stock

Moms, apakah Anda suka membacakan dongeng untuk anak sebelum tidur? Pasalnya, mendongengkan anak punya beragam manfaat, lho! Tak hanya meningkatkan bonding antara Anda dan si kecil, tapi membacakan dongeng untuk anak juga dapat memperkaya kosakatanya, menumbuhkan minat baca, hingga baik untuk kesehatan mental anak.

Maka dari itu, sebaiknya kegiatan ini dapat Anda jadikan rutinitas, Moms. Nah, bila Anda masih bingung ingin membacakan dongeng apa untuk anak nanti malam, kumparanMOM punya salah satu dongeng anak yang mengajarkan anak agar doyan makan sayur! Dongeng tersebut berjudul “Kisah Pangeran yang Tidak Suka Makan Sayur”. Yuk, disimak.

Kisah Pangerang yang Tidak Suka Sayuran

Dongeng untuk Anak: Kisah Pangeran yang Tidak Suka Sayuran. Foto: Shutter Stock

Pada dahulu kala di sebuah kerajaan, hiduplah raja dan ratu. Mereka mempunyai anak, pangeran muda dalam hidupnya. Pangeran itu pemberani, baik hati, dan murah hati alias suka berbagi. Namun, satu-satunya masalah pangeran adalah dia tidak suka makan sayuran!

Padahal kan sayuran enak dan memiliki kandungan yang sehat bergizi. Pangeran pun sebenarnya akan segera diangkat menjadi raja karena ayahnya sudah tua dan tidak bisa bekerja seperti sedia kala.

Maka, sebelum ia diangkat menjadi raja. Dalam benaknya muncul banyak keraguan. Akhirnya, suatu hari pun dia memanggil guru besar kerajaan.

“Selamat datang, guru yang hebat!” ujar pangeran.

“Apa yang mengganggumu, wahai pangeran muda?” tanya guru besar itu.

“Saya akan segera diangkat menjadi raja, tapi saya tidak tahu apakah saya akan menjadi raja yang baik. Saya tidak tahu kualitas apa yang harus saya miliki,” jawab pangeran dengan nada sedih.

“Hmm… Mungkin aku bisa membantu. Apakah kamu makan sayuran?” tanyanya lagi.

“Ya, saya tahu. Tapi, saya tidak suka dengan sayuran,” kata pangeran kepada guru besar.

“Pangeran, mungkin kamu belum menyadari, tapi ada banyak hal yang bisa mereka ajarkan kepada kita. Di situlah letak jawaban atas semua pertanyaanmu,” tutur guru besar.

Pangeran pun tidak dapat memahami apa yang dikatakan guru besar itu. Kemudian, guru besar itu kembali menjelaskan lebih jauh dan berkata, “Kadang-kadang, kamu harus menjadi seperti terung ungu yang dilengkapi mahkota, tapi kamu juga harus menjadi seperti labu yang tumbuh rendah hati dari tanah. Berdiri seperti ladyfingers (biskuit manis) yang cantik, ramping, dan tinggi tapi juga ramah seperti kentang yang mudah berbaur dengan semua.

Pangeran terkejut melihat bagaimana guru besar itu menghubungkan tugas pangeran dengan sayuran.

Guru besar itu kemudian melanjutkan, “Tapi, di depan para tetua dan guru, kamu harus seperti lobak yang polos. Terkadang, kamu juga harus seperti bau bawang yang bisa membuat lawanmu menangis, tapi kamu juga harus seperti kembang kol yang murah hati, kamu harus membuat orang-orang di sekitarmu bahagia!”

“Wow! Pelajaran apa ini! Ini seolah menyelesaikan semua masalahku,” ujar pangeran.

Ia pun berterima kasih kepada guru besar itu. Guru besar pun sangat senang bisa membantu permasalahan pangeran. Sejak hari itu, pangeran pun memakan semua sayuran dan dia menjadi raja terbaik yang pernah dimiliki kerajaan.

Pesan Moral dari Kisah Pangeran yang Tidak Suka Sayuran

Nah Moms, dari dongeng untuk anak berjudul ‘Kisah Pangeran yang Tidak Suka Sayuran’ di atas, si kecil dapat memetik pelajaran bahwa semua jenis sayuran sangat baik untuk kesehatan. Jadi, yuk hidangkan aneka sayuran setiap hari agar anak belajar menyukainya.

Comments are closed.