Dompet Dhuafa Ajak Tingkatkan Peduli Sesama Membangun Negeri

Dompet Dhuafa saat menyalurkan bantuan dari para donatur untuk para penerima manfaat. (Istimewa)

Ciremaitoday.com, Cirebon – Menginjak usia ke-28 tahun, Dompet Dhuafa mengajak semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama demi membangun negeri. Bahkan di usia 28 tahun ini merupakan perjalanan yang cukup panjang menuju sebuah kedewasaan.

Pada momentum ulang tahun ini pula, Dompet Dhuafa meluncurkan program Khadijah Learning Center (KLC). Langkah ini menjadi sebuah gerakan untuk tidak banyak bicara, melainkan banyak beraksi menghadirkan cinta bagi sesama di era pandemi COVID-19.

“Khadijah adalah ibu dari umat Islam, artinya hari ini Dompet Dhuafa kembali kepada ibu dan juga cinta kemanusiaan sumbernya adalah ibu. Ibu adalah sumber segalanya, ibu adalah sumber peradaban, sumber cinta kasih, ibu adalah segalanya,” kata Inisiator sekaligus Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/7/2021).

Menurutnya, melalui program Khadijah Learning Center nantinya bisa menjadi tempat belajar bagi para perempuan maupun ibu.

“Tanpa ibu tidak ada peradaban, tanpa ibu tiada kemanusiaan, tanpa ibu tiada sejarah, maka ibulah pelahir sejarah,” tukasnya.

Menurutnya, Dompet Dhuafa ini adalah kerja banyak orang. Banyak pihak bukan satu orang, tapi yang terpenting adalah donatur.

“Semua orang yang dengan sukarela menitipkan zakat, infak dan sedekahnya melalui donasi.dompetdhuafa.org/kurbanxciremaitoday secara online. Tanpa mereka kita tidak ada, tapi ada satu lagi yakni Mustahik atau penerima manfaat. Jadi 3 in 1, yaitu donatur, mustahik dan Dompet Dhuafa di tengahnya,” ungkapnya.

Pihaknya berterimakasih, khususnya bagi donatur dan mustahik yang telah bersama-sama selama 28 tahun. Kedepan Dompet Dhuafa akan terus bekerja optimal untuk mewujudkan apa yang diharapkan banyak pihak.

“Tentunya harapan para donatur dan mustahik yakni menjadi manusia yang mandiri. Kami ingin selalu menyambungkan, menjembatani antara donatur dan mustahik, tugas menyambung dan jembatan tidak mudah, kita harus bekerja dengan efisien profesional dan saya setuju dengan usulan adik-adik yakni dengan tema kali ini KolaborAksi. Aksi bersama untuk kemanusiaan, tanpa melihat suku, bangsa, budaya dan agama,” bebernya.

Dia menjelaskan, Dompet Dhuafa adalah lembaga penghimpunan donasi. Tetapi dengan tujuan pemberdayaan untuk mandiri dengan semua pihak maupun semua lintas baik suku, bangsa, budaya dan agama.

“Karena cinta itu tanpa batas atau love is borderless. Alhamdulillah sekarang saatnya kita menunjukkan peduli sesama di era pandemi Corona. Maka saya mengimbau semua pihak, siapapun lintas budaya, agama dan bangsa, mari bersama-sama menolong sesama bagi yang memerlukan, bersama Dompet Dhuafa,” ajaknya.

Dompet Dhuafa Kerja Bersama Membangun Negeri

Sementara Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nasyith Majidi menambahkan, apabila Dompet Dhuafa tidak bekerja dengan sendiri, tetapi kerja bersama.

“Dengan tagline KolaborAksi itulah tugas Dompet Dhuafa bersama-sama kelompok, masyarakat dan juga kepada negara kita harus berkolaboraksi dalam meningkatkan marwah dhuafa. Itulah fungsi utama didirikannya Dompet Dhuafa oleh senior-senior kita,” ucapnya.

Tahun ini, lanjutnya, Dompet Dhuafa memiliki program Food for Dhuafa atau layanan makanan para dhuafa yang diarahkan pada yatim, lansia maupun dhuafa untuk kebutuhan makanan. Yakni dengan target sedikitnya 1.000 rumah yatim dapat dilayani melalui penyediaan makanan di Food for Dhuafa.

Dalam kesempatan itu pula, Dompet Dhuafa memberikan bingkisan kepada puluhan karyawan yang berhak mendapatkan seperti satpam, office boy hingga para supir yang telah berkontribusi bagi perkembangan lembaga. Tentunya juga pemberian penghargaan Lifetime Achievement bagi amil Dompet Dhuafa atas dedikasi dan ketulusannya selama ini.

Penghargaan tersebut disematkan untuk mendiang Yuli Pujihardi dan Sukarjo Soleh. Selain hal itu, melalui PT Duta Danadyaksa Teknologi (DD Tekno) turut serta menyerahkan 100 kursi roda untuk lansia melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) dan Rumah Sakit-Rumah Sakit Dompet Dhuafa.

“Saya berharap, terus menjadi agregrator kebaikan. Dompet Dhuafa harus menjadi titik central bertemunya semua orang yang memiliki keinginan untuk membuat kebaikan, khususnya untuk kesejahteraan dan kebaikan marwah dhuafa. Dompet Dhuafa diharapkan bisa memberikan konstribusi yang maksimal,” tutupnya.***

Comments are closed.