Ditolak Erdogan, Finlandia Yakin Akan Ada Solusi Agar Dapat Gabung NATO

Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto. Foto: Adem Altan/AFP

Finlandia yakin dapat menemukan solusi terbaik untuk mengakhiri penentangan Turki dan dapat bergabung dengan NATO. Diketahui, Turki menolak rencana bergabungnya Finlandia dan Swedia ke NATO.

Hal tersebut disampaikan oleh menteri luar negeri Finlandia, Pekka Haavisto. Pekka mengatakan, menjelang pembicaraan dengan NATO termasuk Turki di Berlin, pihaknya yakni bahwa penolakan tersebut akan dapat teratasi.

“Yakin bahwa pada akhirnya kita akan menemukan solusi dan Finlandia (dan) Swedia akan menjadi anggota NATO,” kata Pekka, dikutip dari AFP.

Diketahui, invasi Rusia ke Ukraina telah mengubah opini publik dan politik di Finlandia. Finlandia dan Swedia kini mendukung keanggotaan NATO sebagai pencegah agresi Kremlin.

Menurut Pekka, Presiden Finlandia Sauli Niinisto sudah berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait niat bergabung dengan NATO.

“Sangat penting bagi kita untuk berkomunikasi dengan tetangga kita,” kata Pekka, seraya menegaskan Finlandia tak perlu meminta izin apa pun dari siapa pun untuk menentukan langkah politiknya.

Finlandia dan Swedia telah lama menjalin kerja sama dengan aliansi militer Barat dan diharapkan dapat segera bergabung.

Menggarisbawahi situasi tegang, Pekka menekankan bahwa sangat penting bagi sebanyak mungkin anggota NATO untuk “mengumumkan dukungan yang jelas” untuk Finlandia sejak mengajukan permohonan hingga aksesi terakhirnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri upacara penyambutan di Istana Mariyinsky di Kyiv, Ukraina, Kamis (3/2/2022). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Di sisi lain, niatan bergabung ke NATO ini mendapatkan respons tak mulus dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Penolakan Erdogan berakar pada sentimen terhadap komunitas Kurdi di Skandinavia. Swedia memiliki populasi diaspora Kurdi. Enam anggota parlemennya pun warga asal Kurdi.

Erdogan menuduh, kedua negara itu menyembunyikan organisasi teroris. Dia merujuk pada Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Turki menganggap partai itu sebagai organisasi teroris.

“Kami tidak memiliki pendapat positif,” jelas Erdogan, dikutip dari AFP.

“Negara-negara Skandinavia seperti rumah tamu bagi organisasi teror,” lanjutnya.

Turki telah lama membuat tuduhan itu terhadap negara-negara Nordik. Ankara mengatakan, mereka menyembunyikan kelompok ekstremis Kurdi.

Diketahui, usai mengajukan keanggotaan, 30 anggota NATO harus menyetujui secara bulat. Menyusul undangan resmi, mereka lalu melakukan negosiasi keanggotaan.

Persetujuan akhir kemudian berlangsung pada KTT NATO di Madrid. Agenda itu akan digelar pada akhir Juni 2022. Usai pertemuan, para negara anggota kemudian harus meratifikasi keputusan itu.

Comments are closed.