Disita Polisi, Rumah Oknum Auditor BPK Malut Sempat Diiklankan di Marketplace

Rumah oknum auditor Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Maluku Utara berinsial YA. Foto: tim cermat

Ditreskrimsus Polda Maluku Utara menyita dua unit rumah milik oknum auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Malut berinisial YA.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Thamsil, pada Kamis (19/1) lalu.

YA adalah terlapor dalam kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Tapi penyegelan terhadap dua aset yang diduga menjadi barang bukti dari kasus tersebut, baru dipasang pada Rabu (25/1).

Bahkan, satu unit rumah yang disita ternyata sempat diiklankan ke marketplace Facebook untuk dikontrakkan.

Rumah oknum auditor Badan Pemeriksa Keuangan yang diiklankan di marketplace. Foto: tangkapan layar

Dari hasil penelusuran, kontrakan 1 unit rumah yang beralamat di Kelurahan Tabona, Ternate Selatan, Kota Ternate, ditawarkan akun Shifal’shop Ternate, hampir dua pekan lalu.

Padahal, penetapan penyitaan dari Pengadilan Negeri Ternate Nomor: 12/Pen.Sit.Tipikor/2022/Pn Tte, tertanggal sejak 29 Agustus 2022 lalu.

Foto-foto tampak depan bangunan, bagian dalam, serta keterangan letak rumah sebagaimana postingan di marketplace, sama persis dengan salah satu dari dua unit rumah yang kini dalam penyitaan Polda.

Tapi setelah kembali ditelusuri, postingan penawaran kontrakan rumah tersebut kini sudah tak lagi ditemukan di marketplace.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Thamsil, saat dikonfirmasi enggan menanggapi hingga berita ini tayang.

Ketua LBH Marimoi, Maharani Carolina, mengatakan penyidik harus menelusuri si pengiklan dari rumah yang disita itu.

“Siapa pemilik akun itu, dan apa latar belakangnya,” kata Maharani, Rabu (25/1).

Maharani juga mempertanyakan, kenapa Ditreskrimsus baru memasang segel tanda telah disita pada dua unit rumah tersebut.

Sementara, penetapan penyitaan dari pengadilan sudah sejak 29 Agustus 2022. Ia meminta Polda Malut serius menangani kasus ini. “Harus diungkap siapa saja yang terlibat,” tandasnya

Dalam kasus ini, penyidik juga telah menyita barang bukti lainnya berupa uang kurang lebih Rp 900 juta. Sementara aset-aset yang lain masih dalam proses pencarian. (ST)

Erdian

Comments are closed.