Dinkes Denpasar: Semoga Corona Tak Melonjak Seperti Jawa, RS Sudah Sport Jantung

Petugas medis berada di sekitar ruang perawatan Nusa Indah yang dilengkapi dengan ruangan isolasi di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Sejumlah rumah sakit di Kota Denpasar mulai waswas terhadap kondisi penanganan corona di Pulau Jawa, khususnya kelangkaan oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini, berharap daerahnya tak mengalami lonjakan kasus seperti di Jawa. Sebab RS rujukan COVID-19 di Denpasar sudah mulai waspada.

“Semua RS di Denpasar sudah sport jantung. Mudah-mudahan di Bali tidak terjadi lonjakan kasus seperti di Jawa,” kata Armini dalam keterangannya, Selasa (6/7)

Sri Armini menyebut, ketersediaan oksigen RS di Kota Denpasar sejauh ini masih mencukupi. Hal ini dikarenakan masih ada cadangan oksigen.

“Walau pun sebenarnya persediaannya cukup aman, namun kondisi ini tidak aman. Makanya kami berharap masyarakat tetap taat protokol kesehatan sehingga kasus COVID-19 bisa melandai,” kata Armini.

Petugas keamanan desa menunjukkan poster aturan PPKM kepada warga di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (3/7/2021). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto

Armini menuturkan, ruang ICU untuk 3 RS rujukan corona di Denpasar yakni RSUD Wangaya, RSUP Sanglah, dan RS Bali Mandara tingkat keterisiannya sudah 100 persen. Sementara BOR atau tingkat keterisian kamar non ICU bagi pasien corona di RS di Denpasar mencapai 80 persen.

Untuk itu, Armini berharap masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan taat PPKM. Sehingga kasus corona tak semakin melonjak tajam dan membuat RS kewalahan.

“Memang sekarang karena baru diberlakukan kan belum terlihat hasilnya. Namun kami berharap dua minggu kedepan kasus bisa melandai,” ucapnya.

Sejauh ini, kasus corona di Bali meningkat dalam sebulan terakhir. Total kumulatif terkonfirmasi positif corona di Bali telah mencapai 51.899 orang. 47.760 orang diantaranya sembuh, 1.592 orang dinyatakan meninggal dan 2.547 orang atau kasus aktif yang masih dalam perawatan.

Polisi melakukan pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di objek wisata pantai yang ditutup di kawasan Canggu, Badung, Bali, Minggu (4/7). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Berdasarkan pantauan kumparan, rata-rata harian kasus corona di Bali mulai meningkat pada pekan ketiga Juni 2021. Pada pekan pertama rata-rata kasus harian mencapai 35 orang dengan tingkat kematian 1 orang.

Pada pekan kedua, rata-rata kasus harian di angka 42 orang dengan tingkat kematian 2 orang. Pada pekan ketiga, di angka 90 orang dengan kematian 2 orang. Pada pekan keempat mencapai 197 orang dengan tingkat kematian 2 orang.

Memasuki pekan pertama Juli 2021 atau dalam lima hari ini, rata-rata kasus harian corona di Bali melonjak menjadi 332 orang dengan tingkat kematian 6 orang.

Comments are closed.