Diduga Masalah Asmara, Karyawan Tembak Satpam hingga Tewas di Lampung

Pelaku berhasil diamankan Satreskrim Polres Way Kanan | Foto: Humas Polres Way Kanan

Lampung Geh, Way Kanan – Seorang karyawan PT. PLP (Palm Lampung Persada) menembak satpam tempatnya bekerja hingga tewas diduga terkait masalah asmara, Sabtu (3/7/2021).

Berdasarkan informasi yang Lampung Geh himpun, korban diketahui bernama Jen Heri (37) berprofesi sebagai satpam ditembak oleh pelaku berinisial, AKH (47), di garasi mobilnya tepatnya di perumahan (mess) PT. PLP, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan, AKBP Binsar Manurung melalui Kasatreskrim, Iptu Des Herison Syafutra, mengatakan kejadian penembakan terjadi pada hari Rabu, 30 Juni 2021 sekitar pukul 18.00 WIB.

“Kejadian berawal pada hari Rabu, 30 Juni 2021 sekitar 18.00 WIB. Telah terjadi penembakan dan penganiayaan dengan senjata tajam terhadap satpam PT. PLP atas nama, Jen Heri, di garasi mobil korban tepatnya di perumahan (mess) PT. PLP,” katanya.

Diduga pelaku terpicu melakukan pembunuhan karena Jen Heri sering mengancam dan meneror istri pelaku, RD, setelah cinta korban ditolak selama kurang lebih setahun sejak 2020 sampai sekarang.

Barang bukti yang digunakan pelaku membunuh korban | Foto: Humas Polres Way Kanan

“Pelaku nekat membunuh, dikarenakan korban sering mengganggu istri pelaku. Korban ditembak oleh pelaku pada bagian dada kiri sebanyak satu kali menggunakan senjata api rakitan,” ungkapnya.

“Setelah korban terjatuh lalu pelaku membacok punggung dan menusuk pingggang menggunakan senjata tajam, akibat kejadian tersebut korban akhirnya meninggal dunia di TKP,” tambahnya.

Satreskrim Polres Way Kanan berhasil mengamankan pelaku dengan barang bukti berupa satu unit senjata api rakitan jenis revolver dengan lima amunisi aktif dan satu buah senjata tajam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, dugaan kuat kasus ini murni pembunuhan. Jika terbukti bersalah pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara. (*)

Comments are closed.