Dianggap Lalai Tangani COVID-19, Pengelola Pasar di Banda Aceh Dipanggil Polisi

Ilustrasi Virus Corona. Foto: Shutter Stock

Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan COVID-19, polisi mulai menindak tegas para pelanggar. Dirkrimum Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto mengatakan, selama ini pihaknya terus memonitor tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan prokes.

Selain itu juga memantau indikasi terjadinya pelanggaran, bahkan tindak pidana yang berhubungan dengan penanggulangan wabah penyakit di pasar dan tempat berkumpulnya masyarakat di Banda Aceh.

Secara umum, kata Harianto, masih ditemukan pedagang dan pengunjung pasar yang belum patuh terhadap prokes. Selain itu, juga belum tersedianya ruang khusus penanganan COVID-19 dan belum dibentuknya tim pencegahan di lingkungan pasar.

“Ada indikasi pelanggaran di situ, imbauan atau spanduk hanya terpasang di beberapa tempat. Alat pengecek suhu dan tempat cuci tangan tersedia, namun tidak ada petugas yang mengarahkan,” kata Harianto dalam keterangannya, Kamis (8/7).

Karena itu, sebut Harianto, Polda Aceh akan memanggil pihak pengelola pasar, UPTD, dan Dinas yang bertanggung jawab terhadap pasar di wilayah Banda Aceh untuk dimintai klarifikasi.

“Kita akan minta keterangannya dulu, apa di sini ada kelalaian sebagaimana tercantum dalam Pasal 14 (2) UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya penanggulangan wabah. Apabila terbukti, maka bisa diancam dengan Pidana Penjara 6 bulan dan/atau denda Rp. 500.000,” tuturnya.

Selain itu, kata Harianto, juga bisa dikenakan Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yaitu tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dengan ancaman Pidana Penjara 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.100.000.000.

“Namun, kita tetap akan mintai keterangannya dulu. Bagaimanapun azas praduga tak bersalah tetap kita ke depankan,” pungkasnya.

Comments are closed.