Dalam Tiga Hari, 153 Warga yang Terkena Corona di Karawang Meninggal Dunia

Ilustrasi rumah terdapat pasien corona. Foto: Shutterstock

Sebanyak 153 warga di Karawang, Jabar, yang terkonfirmasi corona meninggal dalam tiga hari, Jumat-Minggu (25-27/6). Karena lonjakan angka itu, Pemkab Karawang menyiapkan area pemakaman khusus corona.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Karawang Tatang Sutiswa mengatakan Pemkab menyiapkan lahan seluas 1,2 hektar.

“Pemkab sudah siapkan satu hektar lahan untuk pemakaman muslim, dan dua ribu meter untuk non muslim di Desa Sumurkondang, Kecamatan Klari. Seluruh biaya pemakaman gratis ditanggung pemerintah,” ujar Tatang, Senin (28/6).

Tatang menambahkan penyediaan lahan makam khusus corona merupakan sebuah opsi. Sebab, banyak kasus warga menolak jenazah yang terkonfirmasi corona. Hal itu kerap terjadi di awal pandemi, Maret 2020.

“Kalau masih bisa dimakamkan di pemakaman umum, tidak perlu dimakamkan di Sumurkondang,” sambungnya.

Dari data yang dikeluarkan Satgas Penanganan COVID-19 Karawang, sebanyak 50 orang meninggal dunia pada Jumat (24/6). Kemudian pada Sabtu (26/6), ada 49 warga. Lalu, pada Minggu (27/6), sebanyak 54 warga.

Pasien terkonfirmasi positif sejak tiga hari terakhir pun mengalami lonjakan. Tercatat sebanyak 1.375 terkonfirmasi positif. Meski begitu, angka kesembuhan mengalami peningkatan walau tidak sebanyak angka terkonfirmasi positif, yakni 535 orang.

Sementara itu, tenaga kesehatan di Karawang kewalahan dengan lonjakan kasus positif COVID-19 di Karawang. Pada Juni 2021, 104 tenaga kesehatan di RSUD Karawang terkonfirmasi positif. Lalu, ada 336 tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Karawang terkonfirmasi positif COVID-19.

Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah dengan berkirim surat ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mengisi kekurangan tenaga medis.

Comments are closed.