Dalam Seminggu, 70 RT di Surabaya Jadi Zona Merah

Salah satu sudut perkampungan di Surabaya. Jumlah RT zona merah di Surabaya kini mencapai 70 RT. Foto: Masruroh/Basra

Berdasarkan https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ per 29 Juni 2021, terdapat 70 RT di Surabaya yang masuk dalam zona merah dan 418 RT yang dalam zona kuning. Sedangkan zona hijau ada 9.499 RT. Jumlah RT zona merah di Surabaya ini meningkat dua kali lipat dibanding periode 22 Juni yang hanya 31 RT.

Di wilayah 70 RT zona merah tersebut terdapat 19.802 jiwa usia 18+. 6.151 orang di antaranya sudah menjalani vaksin COVID-19 dan 13.651 yang belum vaksinasi.

Kemudian pada wilayah 418 RT zona kuning, terdapat 199.233 jiwa usia 18+. 33.835 orang yang sudah disuntik vaksin COVID-19, dan 85.398 orang belum vaksinasi.

Adapun pada wilayah 9.499 RT zona hijau, terdapat 2.142.627 jiwa usia 18+. 864.621 orang sudah menjalani vaksinasi, dan 1.278.006 yang belum disuntik vaksin COVID-19.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menginstruksikan Kepala PD, Camat, dan Lurah agar terus intens dan tidak kendor mensosialisasikan pentingnya potokol kesehatan (prokes) kepada warga.

Salah satu pola agar memasifkan upaya ini adalah dengan menyiapkan mobil keliling ke kampung-kampung untuk menyerukan kepada warga supaya disiplin menerapkan prokes dan melaksanakan 5M.

“Mobil-mobil itu jangan sampai berhenti, harus terus berkeliling menyerukan prokes ke masyarakat, agar mereka selalu ingat,” ujar Eri, Rabu (30/6).

Eri juga ingin setiap rumah ibadah, terutama masjid dan musala agar berperan serta membantu mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prokes melalui pengeras suara yang tersedia.

“Kita minta untuk setiap pengurus masjid mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prokes sebelum dan sesudah salat,” tukasnya.

Bahkan Eri meminta setiap kampung melakukan penyemprotan disinfektan minimal satu kali sehari. Apabila di satu kampung terdapat kasus positif, maka akan dilakukan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut-turut. Bahkan, untuk memasifkan upaya preventif, pihaknya bakal mengerahkan mobil pemadam kebakaran di wilayah perkampungan.

“Kita kerahkan semua mobil penyemprot disinfektan yang kita punya,” imbuhnya.

Apabila di satu wilayah terdapat minimal dua kasus positif COVID-19, Eri menyebut bakal diterapkan pembatasan mobilitas di kampung tersebut. Sedangkan warga yang tinggal di kampung tersebut akan dilakukan swab massal. Bagi warga yang hasil swabnya negatif akan dilakukan vaksin jika belum. Namun, jika hasil swab warga itu positif, akan langsung ditangani dan diisolasi.

“Kalau terdapat 2 warga terkonfirmasi positif, wilayah RT tersebut harus ditutup dan dilakukan swab massal serta vaksinasi bagi warga yang hasil swabnya negatif,” simpulnya.

Comments are closed.