Dalam Sehari Gunung Merapi Semburkan 14 Kali Awan Panas

Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (30/6/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Dari pengamatan BPPTKG, Gunung Merapi mengeluarkan 14 awan panas guguran pada Rabu (30/6).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya menjelaskan 2 awan panas terpantau dalam periode pengamatan 30 Juni pukul 00.00 hingga 06.00 WIB

Dua awan panas tersebut terjadi pukul 05.01 WIB dan 05.29 WIB. Kedua awan panas guguran itu mengarah ke tenggara.

“Teramati 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 900-1000 m mengarah ke tenggara (periode pengamatan 00.00-06.00 WIB),” kata Hanik.

Awan panas guguran selanjutnya teramati pada periode pengamatan 06.00 WIB sampai 12.00 WIB. Pada periode tersebut tercatat satu awan panas guguran pada pukul 10 32 WIB. Arah awan panas guguran ke barat daya.

“Visual Gunung Merapi berkabut, estimasi jarak luncur 1.200 m ke arah barat daya,” jelasnya.

Kemudian pada periode pengamatan tanggal pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB, tercatat 9 kali awan panas guguran. Awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimal 60 mm dan durasi maksimal 128 detik.

“Sebanyak 8 awan panas guguran meluncur ke arah tenggara (hulu Kali Gendol) dengan jarak luncur maksimal 1000 m, dan 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.300 ke arah barat daya. Pada saat kejadian awan panas guguran, angin dominan dilaporkan berembus ke barat,” jelasnya.

Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (30/6/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Kemudian, awan panas guguran kembali teramati pada pukul 18.42 WIB dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah tenggara.

Selanjutnya, awan panas guguran Merapi kembali terjadi pukul 19.50 WIB. Jarak luncurnya 900 meter ke arah tenggara.

Gunung Merapi sampai saat ini berstatus Siaga atau level III sejak 5 November 2020. Tipe erupsi di tahun 2021 adalah efusif dengan aktivitas seperti pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awan panas guguran.

Rekomendasi potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya. Masing-masing maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

Sementara lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Comments are closed.