Curhat Warga Jakbar Soal Kerumunan Orang Tanpa Masker saat PPKM Darurat

Ilustrasi Mengalungkan Masker Menggunakan Strap Mask Foto: Shutter Stock

PPKM Darurat yang mulai diterapkan hari ini, Sabtu (3/7) hingga 20 Juli, mewajibkan masyarakat Jawa-Bali untuk tetap di rumah jika tanpa kepentingan.

Tetapi berbeda dengan situasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. PPKM Darurat sepertinya tidak berlaku lantaran banyak anak muda hingga orang tua yang berkerumun tanpa menggunakan masker.

Salah satu warga, Merina, mengungkapkan dirinya khawatir penularan COVID-19 semakin meningkat jika hal ini terus terjadi.

Ia mengatakan, hampir setiap hari warga berkerumun di sekitar lingkungan rumahnya di Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk.

“Sering banget (warga berkerumun), siang malam beda geng nongkrong di depan rumah” katanya saat dihubungi kumparan, Sabtu (3/7).

Bukan hanya tongkrongan saja, acara pengajian pun sering dilakukan tanpa adanya penerapan protokol kesehatan, baik jaga jarak atau memakai masker. Merina mengungkapkan, teguran pun tidak digubris oleh para warga tersebut.

“Papa mertua ku berani buat tegur karena dia juga dokter, tetap enggak didengar,” ungkapnya.

Dirinya menyayangkan tidak adanya petugas yang pernah menegur atau membubarkan kerumunan di lingkungan tersebut. Bahkan Ketua RT setempat sering terlihat tak pakai masker sehingga warga lain pun mengikutinya.

Merina berharap Pemprov DKI Jakarta mengambil tindakan tegas soal pelanggaran di wilayah tempatnya tinggal sehingga dapat menekan laju penularan COVID-19.

Laporan: Fiah Idznillah

==

Comments are closed.