COVID-19 di Sulawesi Utara Memburuk, Pelaksanaan Ibadah Diimbau Secara Daring

Pelaksanaan ibadah di Gereja yang ada di Kota Manado, sebelum pandemi COVID-19 terjadi. (foto: dokumen)

MANADO – Perkembangan kasus COVID-19 di Sulawesi Utara (Sulut) kembali memburuk. Data terakhir yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19, menunjukan kenaikan positivity rate dari 2,5 persen pada bulan Mei, menjadi 12,31 persen di awal bulan Juli ini.

Dalam keterangan pers, Satgas mengakui jika angka positivity rate yang mencapai 12,31 persen ini sangat mengkhawatirkan, karena kondisi ideal yang menunjukan jika transmisi penyebaran COVID-19 terkendali, harusnya berada di bawah angka lima persen.

“Gambaran kegiatan testing menunjukan tanda-tanda memburuk, di mana positivity rate provinsi Sulawesi Utara ada di angka 12,31 persen. Angka ini mengindikasikan, dari setiap 100 sampel yang diperiksa, akan terdapat 12 hingga 13 kasus positif,” tutur juru bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel.

Untuk itu, Dandel meminta kepada masyarakat untuk kembali menaikan kewaspadaan terkait dengan kondisi tersebut. Menurutnya, penggunaan masker secara maksimal menjadi hal yang wajib dilakukan, sebagai tindakan paling minimal untuk mencegah penyebaran.

Satgas juga mengimbau agar pelaksanaan ibadah untuk kembali digelar secara daring. Begitu juga dengan pelaksanaan acara-acara resepsi, dengan kehadiran melebihi dari 30 orang untuk dihindari.

Sementara itu, Satgas juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan makan bersama di tempat keramaian, mengingat dalam kondisi tersebut, secara otomatis akan membuka masker yang justru sangat rawan terjadi penyebaran atau transmisi.

“Menghindari makan bersama, karena pada saat makan bersama, otomatis masker akan dibuka,” kata Dandel.

Dandel juga mengingatkan agar masyarakat menghindari acara-cara di tempat tertutup dan padat. Menurutnya, menghindari kerumunan di manapun berada, juga akan meminimalisir terjadinya penyebaran kasus COVID-19, yang dicurigai jika varian baru telah ada di Sulawesi Utara.

“Pola kerja dari rumah kembali diimplementasikan. Ini penting, karena kita harus saling jaga,” kata Dandel kembali.

manadobacirita

Comments are closed.