COVID-19 di Jayapura Tinggi, Rumah Ibadat hingga Lokasi Wisata Tutup Sementara

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat meninjau pelaksanaan vaksinasi. (Dok Humas Pemkot Jayapura)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM– Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyebutkan angka COVID-19 Kota Jayapura terus naik.

Hingga 7 Juli 2021, angka kumulatif COVID-19 Kota Jayapura mencapai 9.737 kasus, dengan pasien sembuh corona sebanyak 9.117 kasus. Pasien meninggal sebanyak 170 orang dan pasien yang masih menjalani perawatan 450 orang.

Selain menyediakan 8 rumah sakit rujukan, Pemkot Jayapura juga membuka kembali LPMP Papua di Kotaraja sebagai lokasi terpusat karantina bagi pasien COVID-19 tanpa gejala ataupun yang bergejala ringan.

“Saat ini rumah sakit di Kota Jayapura termasuk LPMP yang dijadikan tempat isolasi mandiri telah penuh. Sejumlah tenaga medis juga ikut terpapar,” kata Benhur, Kamis (8/7).

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat meninjau pelaksanaan vaksinasi. (Dok Humas Pemkot Jayapura)

Dengan tingginya angka COVID-19 Kota Jayapura, Benhur akan memperketat pembatasan aktivitas warga pada malam dan siang hari yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Kami berencana menyurati tempat ibadat agar tak melakukan ibadah tatap muka di Juli ini, melainkan dialihkan dengan ibadah online atau diganti dengan ibadah di rumah masing-masing,” jelasnya.

Pantai Hamadi di Kota Jayapura, menjadi salah satu lokasi wisata favorit bagi warga setempat. (Dok Humas Polda Papua)

Pemkot Jayapura akan membuat instruksi terbaru terkait pembatasan bagi kendaraan umum, membatasi penumpang di kendaraan umum dan menyurati ke tempat ibadat.

“Mungkin pada Juli ini tidak ada ibadah tatap muka langsung, tapi online atau ibadah di rumah saja karena kasus kita menonjol,” jelas Benhur.

Pembatasan Aktivitas Perkantoran

Satgas COVID-19 Kota Jayapura melakukan pemeriksaan acak antigen kepada pelaku usaha dan rumah makan di Distrik Japsel. (Dok Humas Pemkot Jayapura)

Tak hanya itu, pengetatan akan diberlakukan pada aktivitas perkantoran, tempat wisata dan acara-acara seremoni lainnya yang melibatkan orang banyak.

“Tempat wisata kita tutup sementara, acara pernikahan, ulang tahun, arisan termasuk kedukaan juga mohon jangan berkerumun. Saya dalam waktu dekat akan menyurati distrik-distrik, kepala kelurahan, kepala kampung, untuk memasang portal-portal di wilayah RT/RW setempat agar membatasi orang,” kata Tomi Mano.

Serbuan vaksinasi yang dilakukan Pemkot Jayapura bersama TNI Polri dan instansi terkait. (Dok Penrem 172/PWY)

Dengan sejumlah kebijakan yang nantinya diterapkan, Walikota Tomi Mano meminta agar semua pihak dan warga kota untuk ikut mentaati peraturan yang ada.

Ia lantas mengapresiasi warga kota yang antusias ikut vaksinasi, nantinya vaksinasi akan terus dilakukan Pemkot Jayapura bersama pihak terkait terutama unsur TNI- Polri.

Comments are closed.