Corona di Jateng Makin Ganas, 25 dari 35 Kab/kota Masuk Zona Merah

Gubernur Ganjar Pranowo mengunjungi Posko Gabungan Penanganan COVID-19 di Kab. Kudus. Minggu (13/6). Foto: Dok. Istimewa

Zona merah di Jawa Tengah (Jateng) bertambah menjadi 25 daerah dari sebelumnya hanya 13 daerah. Total ada 35 kabupaten/kota di provinsi ini.

Wilayah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19 itu meliputi Kabupaten Grobogan, Demak, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Pati, Pemalang, Pekalongan, Sragen, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Brebes.

Selanjutnya, Kabupaten Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Purworejo, Kudus, Blora, Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo, Magelang.

“Pakai data kita ternyata ada 25 Kabupaten/Kota. Jadi ini serius. Ini zona merah konteks kabupaten ya, meski kalau kecilkan di level desa masih banyak yang hijau tapi kami tidak mau ambil risiko,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada wartawan, Senin (28/6).

Ganjar menyebut, kasus aktif COVID-19 tertinggi masih diduduki Kabupaten Kudus dengan 1.694 kasus. Disusul Kabupaten Kendal 1.611, Kota Semarang 1.510, Kebumen 1.024, dan Sragen 907 kasus.

“Penambahan kasus tertinggi hari Minggu (27/6) ada di Kendal 164 kasus, Kebumen 161, Semarang Kabupaten 98, Kota Semarang 94, dan Batang 69,” sebut dia.

Dengan kondisi ini, Ganjar meminta seluruh kawasan RT yang masuk zona merah harus di-lockdown untuk sementara waktu.

“Saya minta seluruh RT yang merah lockdown, tidak bisa ditawar. Seluruh kegiatan keramaian tidak ada. Kalau masih nekat saya minta dibubarkan. Nanti saya kirim instruksi ke daerah sehingga kita bisa lindungi orang tercinta kita,” kata Ganjar.

Comments are closed.