Cerita Korban Selamat Insiden KMP Yunicee: Kapal Terbalik, Penumpang Menjerit

Proses evakuasi penumpag KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali. Foto: Dok. Istimewa

Tragedi memilukan dialami KMP Yunicee yang tenggelam di perairan Selat Bali, Selasa (29/6) malam. Saat ini tercatat enam penumpang meninggal dunia.

Eko Setiawan (34) salah satu korban selamat menceritakan detik-detik tenggelamnya KMP Yunicee tersebut. Ia menumpang kapal tersebut untuk bekerja ke Pelabuhan Gilimanuk sebagai security.

Menurutnya, tenggelamnya KMP Yunicee berlangsung cukup cepat. Saat mendekati dermaga Pelabuhan Gilimanuk, tiba-tiba kapal miring.

Eko yang berada di geladak atas bersama penumpang lainya lalu tergelincir karena kapal terus miring hingga terbalik.

“Penumpang menjerit, semuanya tenggelam,” ceritanya.

Saat tenggelam, Eko mengaku tidak sadarkan diri. “Saya tidak ingat, tiba-tiba sudah ada kapal yang menolong,” terang Eko.

Pria bertubuh gempal itu mengaku lega ketika akhirnya selamat. Meskipun sekujur tubuhnya masih terus gemetar saat berbincang dengan wartawan di ruang evakuasi.

“Korban yang meninggal, mbak Jayanti saya kenal. Kita kebetulan sama-sama mau ke gilimanuk,” terangnya

Hal senada juga diungkapkan Sukro Winoto (44). Pria yang sehari-hari mengirim muatan ke Bali ini mengaku saat itu dirinya sedang bersiap untuk sandar.

Namun, kapal tiba-tiba miring dan kemudian tenggelam. “Sebenarnya sudah hampir nyampai Gilimanuk. Tapi tiba-tiba kapal miring sampai tenggelam,” katanya.

Sesaat sebelum tenggelam, Sukro sempat mengambil pelampung dan langsung meloncat ke laut. Ia mengaku hampir 30 menit terapung di Selat Bali hingga akhirnya ada kapal yang menolongnya.

“Ada setengah jam nunggu kapal lewat dan teriak minta tolong. Alhamdulillah masih diberi keselamatan,” syukurnya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran dan pencarian korban hilang. Total, berdasarkan data Basarnas Bali, ada 3 orang lagi yang belum ditemukan.

Comments are closed.