Cerita Anita yang Sempat Ragu Ikut Vaksinasi COVID-19 Akibat Informasi Sesat

Anggelina Anggreeini Anita Tatipang memperhatikan surat keterangan tanda dirinya telah menerima suntikan vaksin corona

Sempat merasa khawatir, karena banyaknya informasi terkait orang yang mendapatkan suntikan vaksin corona akan mengalami sakit parah, Anggelina Anggreeini Anita Tatipang (35), akhirnya menetapkan hati untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19, yang digelar oleh Pemerintah Kota Manado.

Pekerja salah satu rumah makan yang ada di Kota Manado ini, mendapatkan suntikan vaksin corona dari Bio Farma, pada Senin (28/6). Nita, sapaan akrabnya ini, memilih mengikuti vaksinasi di kantor Dinas Kesehatan Kota Manado, yang memang tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Teling, Kecamatan Wenang.

“Sempat ragu untuk divaksin. Selain ragu, saya juga takut. Ketakutan saya, karena sebelumnya, saya mendengar dan membaca di berbagai media bahwa ada orang yang sakit bahkan mati karena divaksin,” tutur Nita.

Nita sendiri akhirnya berani mendapatkan suntikan vaksin corona, setelah melihat ibunya yang sudah kategori berumur lansia, malah tetap sehat dan tidak mengalami gejala apapun, usai divaksin. Hal ini, akhirnya membuat dorongan agar dirinya divaksin muncul.

“Waktu itu, saya lihat mama sudah divaksin dan tidak merasakan geajala apa-apa. Maka saya memberanikan diri untuk ikut vaksinasi. Apalagi sekarang, kalau tidak divaksin, yang rugi kita. Jadi prinsip, mau tidak mau, yah harus divaksin,” kata Nita.

Namun, pada hari mendapatkan suntikan vaksin, rupanya kondisi Nita sedang tidak fit. Akibatnya, dirinya mengalami KIPI atau Kejadian Ikutan PascaImunisasi. Saat itu, dirinya mengaku mual dan pusing, setelah setengah jam mendapatkan suntikan dosis pertama.

Nita mengaku, sempat muncul rasa khawatir. Namun, setelah berkonsultasi dengan fasilitator yang bertugas, saya mendapatkan pemahaman tentang KIPI, dan dianjurkan untuk meminum obat paracetamol dan langsung beristirahat.

“Benar saja, mual dan pusing saya hanya sampai sore hari. Kemudian, besoknya sudah bisa beraktifitas normal kembali. Mungkin, saya tidak fit waktu dapat suntik vaksin, sehingga ada gejala pusing. Tapi, itu tak perlu ditakuti, karena hanya sehari saja,” kata Nita.

Nita kemudian menceritakan, jika jadwal vaksinasi dosis kedua telah ditetapkan pada Senin (26/7), di mana dirinya kini antusias untuk mendapatkan suntikan tersebut, agar supaya kondisi pandemi COVID-19 bisa berakhir.

“Semoga dengan adanya vaksinasi ini, saya berharap virus corona bisa teratasi, agar kita semua bisa hidup seperti sediakala,” kata Nita kembali.

febry kodongan

Comments are closed.