Carys Mihardja, Perempuan Muda Penerima Diana Awards 2021 dari Indonesia

Carys Mihardja, Perempuan Muda Penerima Diana Awards 2021 dari Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

Organisasi peduli down syndrome asal Indonesia, Carys Cares, baru saja meraih prestasi. Mereka menerima penghargaan internasional Diana Awards 2021 pada Senin (28/6). Sesuai dengan namanya, ajang penghargaan ini diselenggarakan untuk meneruskan keyakinan Putri Diana bahwa para generasi muda memiliki kekuatan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

Penghargaan ini diluncurkan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown pada 1999 untuk menghormati Putri Diana. Diana Awards juga menjadi satu-satunya badan amal yang didirikan untuk mengenang Diana, Princess of Wales. Pada penyelenggaraannya di tahun 2021 ini, Pangeran Harry, anak kedua Putri Diana memberikan pidato singkat untuk mengucapkan selamat pada para penerima penghargaan.

“Terima kasih telah menginspirasi kami dengan kecerdasan Anda yang cemerlang, tekad dan kasih sayang Anda, tindakan Anda berpotensi meninggalkan dampak perubahan besar. Anda melakukan aksi setelah berucap, dan ini adalah personifikasi dari warisan ibu kami,” ungkap Pangeran Harry dalam video sambutannya.

Dari Indonesia, hanya ada organisasi Carys Cares yang meraih penghargaan ini. Carys Cares sendiri merupakan sebuah organisasi nonprofit yang fokus membantu penyandang down syndrome. Didirikan sejak 2018, organisasi ini memiliki tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak memandang sebelah mata dan selalu mendukung anak-anak dan remaja dengan down syndrome melalui pemberdayaan kreativitas.

Carys Cares raih penghargaan Diana Awards 2021. Foto: Dok. Carys Cares

Di balik organisasi ini terdapat sosok perempuan yang masih sangat muda bernama Carys Mihardja, pendiri dari Carys Cares. Perempuan 17 tahun ini memang sudah memiliki cita-cita untuk bisa bekerja di bidang sosial. Impiannya sejak dulu adalah bisa bekerja di PBB suatu hari nanti.

“Dari kecil saya sudah suka dengan aktivitas sosial karena orang tua juga membiasakan saya untuk peduli dengan orang lain, kalau ulang tahun dirayakannya pun di panti asuhan atau melakukan kegiatan lain yang bersifat sosial. Lalu saat masih usia sekitar 10 tahun saya mengajar Bahasa Inggris untuk anak kurang mampu di kampung-kampung. Jadi dari dulu saya sudah tahu kalau bidang sosial ini memang tempat saya,” ungkap Carys kepada kumparanWOMAN.

Jiwa kepeduliannya itu membuat Carys terus berusaha mencari tujuan agar apa yang ia lakukan bisa selalu sejalan dengan impiannya. Hingga akhirnya pada 2018 Carys mengikuti kegiatan Hari Down Syndrome Sedunia yang diselenggarakan oleh POTADS, wadah bagi para orang tua yang memiliki anak penyandang down syndrome. Sejak itu, ia merasa terpanggil untuk membantu teman-teman down syndrome di Indonesia agar lebih mendapat perhatian. Ia pun kemudian membangun Carys Cares.

Carys Cares bersama teman down syndrome. Foto: Dok. Carys Cares

“Carys Cares dari awal memang dibentuk untuk memberi spotlight bagi teman-teman down syndrome. Saya ingin mereka juga menjadi salah satu pusat dari kehidupan kita sehari-hari. Selain itu, saya juga melihat kalau down syndrome awareness masih sangat rendah di Indonesia. Memang ada banyak acara tiap tahunnya tapi tetap belum bisa mengurangi stigma negatif yang melekat pada penyandang down syndrome,” tuturnya.

Ingin mengubah stigma masyarakat terhadap penyandang down syndrome

Motivasi Carys Mihardja dalam membangun Carys Cares juga didasari oleh banyaknya stigma negatif yang masih melekat pada teman-teman down syndrome. Ia merasa hal ini tidak adil karena Carys yakin bahwa penyandang down syndrome juga mempunyai bakat dan kemampuan yang patut diberikan kesempatan.

“Selama ini kita tahu teman-teman dengan down syndrome dikelilingi oleh banyak stigma negatif yang membuat mereka dianggap sebelah mata. Padahal mereka juga manusia sama seperti kita, mereka berhak dihargai dan mendapatkan kesempatan yang setara dengan yang lain,” jelasnya.

Oleh karena itu Carys merasa sangat beruntung bisa memperoleh penghargaan Diana Awards karena lewat pengakuan tersebut, dunia bisa lebih menyadari kalau teman-teman dengan down syndrome juga layak mendapat perhatian lebih.

“Saya tahu mengatakan ingin melakukan ini itu sangat mudah, tapi untuk membuktikannya kita butuh aksi karena aksi yang akan menghadirkan perubahan nyata. Jadi saya sangat senang dan bangga, aksi kami bisa mendapat penghargaan internasional seperti Diana Awards. Ini membuat kami bisa lebih jauh dalam menunjukkan kreasi teman-teman down syndrome,” ungkap Carys.

Tak hanya mendapat penghargaan, Carys Cares bahkan juga berhasil memecahkan rekor MURI untuk lomba menggambar secara daring oleh penyandang down syndrome terbanyak pada 2021 ini.

Memenuhi lima kriteria untuk meraih Diana Awards

Saat ini, Carys bersama dengan Carys Cares tengah fokus membantu penyandang down syndrome lewat bentuk model bisnis berkelanjutan. Ia memberikan bantuan dana kepada POTADS dan komunitas down syndrome lainnya dengan menjual merchandise hasil karya teman-teman down syndrome.

Sejak berdiri, Carys Cares selalu menempatkan kebutuhan mereka sebagai prioritas. Carys tak pernah menyangka bahwa upayanya ini bisa menarik perhatian badan amal internasional seperti Diana Awards.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih Diana Awards 2021. Karena negara Asia jarang mendapat kesempatan ini. Penghargaan dan pencapaian ini bukan hanya untuk saya dan organisasi, tapi juga teman-teman down syndrome. Lewat penghargaan internasional seperti Diana Awards ini kami jadi bisa menunjukkan kreasi teman-teman down syndrome. Sebab selama ini seperti yang kita tahu teman-teman dengan down syndrome dikelilingi oleh banyak stigma negatif yang membuat mereka dianggap sebelah mata,” ungkap Carys Mihardja saat melakukan wawancara online bersama kumparanWOMAN.

Sebelum resmi mendapatkan penghargaan ini, ada sebuah proses yang harus dilalui oleh Carys dan Carys Cares. Setelah mendapat kabar pada Mei 2021, para nominator, termasuk Carys Cares diminta pihak Diana Awards untuk menyerahkan proyek sosial dengan lima kriteria yang harus dipenuhi. Ini bertujuan agar pihak Diana Awards bisa melihat dampak proyek sosial dari para nominator terhadap masyarakat luas.

“Mereka melihat profil kami, apa saja yang sudah kami lakukan untuk membantu sesama. Lalu penilaian juga berdasarkan lima kriteria, beberapa di antaranya adalah penerima harus anak muda, apa yang dilakukan menghasilkan dampak sosial, dan punya visi misi. Dari semua yang ada, mereka memilih yang terbaik,” cerita Carys.

Dengan menerima penghargaan ini, para anak muda akan mendapatkan akses ke sebuah program pengembangan unik yang bertujuan meningkatkan kapasitas mereka dalam melakukan inovasi, kepemimpinan, dan perubahan sosial. Para penerima akan mendapat akses sumber daya, kesempatan, dan pembelajaran baik tatap muka maupun daring.

Comments are closed.