Cara Hitung Pesangon, Lengkap dengan Rumus dan Contoh Soal

Ilustrasi menghitung pesangon. Foto: Pexels.com

Cara hitung pesangon perlu diketahui oleh karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab uang pesangon adalah salah satu hak yang harus diberikan perusahaan pada karyawan saat terjadi PHK.

Pemberian dan perhitungan pesangon sendiri sudah diatur dalam Undang Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Selain uang pesangon, karyawan yang terkena PHK juga akan menerima kompensasi lain, yaitu Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) dan Uang Penggantian Hak (UPH).

Peraturan Perhitungan Pesangon

Ilustrasi menghitung pesangon. Foto: Pexels.com

Perhitungan pesangon telah diatur dalam Undang Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat (2) dan UU Cipta Kerja Pasal 40. Selengkapnya, simak peraturan perhitungan pesangon berikut ini.

Perhitungan Pesangon

Masa kerja kurang dari 1 tahun: uang pesangon yang didapatkan adalah 1 bulan upah

Masa kerja 1 tahun atau lebih dan kurang dari 2 tahun: uang pesangon yang didapatkan sebanyak 2 bulan upah

Masa kerja 2 tahun atau lebih dan kurang dari 3 tahun: uang pesangon yang diterima, yaitu 3 bulan upah

Masa kerja 3 tahun atau lebih dan kurang dari 4 tahun: uang pesangon yang diterima adalah sebesar 4 bulan upah

Masa kerja 4 tahun atau lebih dan kurang dari 5 tahun: mendapat uang pesangon sebesar 5 bulan upah

Masa kerja 5 tahun atau lebih dan kurang dari 6 tahun: mendapat uang pesangon sebanyak 6 bulan upah

Masa kerja 6 tahun atau lebih dan kurang dari 7 tahun: menerima uang pesangon sebesar 7 bulan upah

Masa kerja 7 tahun lebih dan kurang dari 8 tahun: mendapatkan uang pesangon sebanyak 8 bulan upah

Masa kerja 8 tahun atau lebih: menerima uang pesangon sebesar 9 bulan upah

Perhitungan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)

Masa kerja 3 tahun atau lebih dan kurang dari 6 tahun: mendapat UPMK sebesar 2 bulan upah

Masa kerja 6 tahun atau lebih dan kurang dari 9 tahun: mendapat UPMK sebanyak 3 bulan upah

Masa kerja 9 tahun atau lebih dan kurang dari 12 tahun: menerima UPMK sebesar 4 bulan upah

Masa kerja 12 tahun atau lebih dan kurang dari 15 tahun: mendapat UPMK sebesar 5 bulan upah

Masa kerja 15 tahun atau lebih dan kurang dari 18 tahun: mendapat UPMK sebanyak 6 bulan upah

Masa kerja 18 tahun atau lebih dan kurang dari 21 tahun: menerima UPMK sebesar 7 bulan upah

Masa kerja 21 tahun atau lebih dan kurang dari 24 tahun: menerima UPMK sebanyak 8 bulan upah

Masa kerja lebih dari 24 tahun: UPMK yang didapatkan sebesar 10 bulan upah

Perhitungan Uang Penggantian Hak (UPH)

Biaya transportasi karyawan, uang transportasi diberikan jika mantan karyawan harus pindah kerja ke lokasi yang jauh dan sulit dijangkau

Cuti tahunan yang belum sempat diambil

Biaya penggantian perawatan, perumahan, pengobatan yang sudah ditetapkan sebesar 15 persen dari uang pesangon atau UPMK jika memenuhi syarat

Uang pengganti lainnya yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja

Cara Menghitung Pesangon

Cara menghitung pesangon ialah dengan menggunakan rumus berikut:

Total uang pesangon yang diterima = uang pesangon + uang penghargaan masa kerja + uang penggantian hak

Contoh:

Aji di PHK oleh perusahaan dengan total masa kerja selama 3 tahun 6 bulan dan menerima upah bulanan sebesar Rp7.500.000.

Cara Hitung Pesangon
Adapun cara menghitung pesangon untuk Aji ialah sebagai berikut:
Hitung uang pesangon yang diterima
Uang pesangon yang diterima = uang pesangon + uang penghargaan masa kerja + uang penggantian hak

Uang pesangon yang diterima = 4 bulan x Rp7.500.000 = Rp30.000.000

Hitung uang penghargaan
Uang penghargaan masa kerja 2 kali upah = 2 x Rp7.500.000 = Rp15.000.000
Jumlahkan uang pesangon dan masa kerja
Uang pesangon + uang masa kerja = Rp45.000.000
Hitung uang pengobatan dan perumahan
Uang pengobatan dan perumahan sebesar 15% dari total uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja = Rp45.000.000 x 15% = Rp6.750.000
Jumlahkan seluruhnya
Dengan begitu, Aji mendapatkan pesangon sebesar:

Rp30.000.000 + Rp15.000.000 + Rp6.750.000 = Rp51.750.000

(ZHR)

Comments are closed.